Quote Me Today

Wahai diri akan dibawa kemana kaki ini nanti? Ke arah onak berduri atau hamparan indah yang menyenangkan hati?

1.12.11

Salah Itu Membawa Hikmah!!

Buka-buka Youtube dan menemukan lagunya Potret, jadul memang, tapi..lagu-lagu Potret masih saja nyaman di telinga untuk didengar… dan pilihanku kali ini adalah.. Salah… Huff pas banget nih dengan hidupku yang lagi Salah!!! Bahkan salah BESAR!!!

slalu kubilang
aku tak sebaik kau pikir
tak pernah kunantikan kamu
kucinta kamu bukan berarti
ku tak mendua
sayang kau nilai aku salah

Pengen banget deh aku meneriakkan kata-kata ini ke dirinya… Ya dirinya yang kemarin baru saja ketahuan kalau selama ini dia punya yang lain…

Aku yang… well aku juga tidak suci-suci amat, bahkan aku bisa mengenali ‘bau’nya kucing garong dari radius 1 km.. tapi justru aku tidak tahu kalau orang yang telah menjadi kekasihku selama 1 tahun ini punya selingkuhan… Selingkuhan!!! Dia SELINGKUH!!! Arrghhhh…. Mungkin kalau dalam bahasa BBM aku sudah menendangnya, meninjunya, mendorongnya dari lantai 200, sudah pasang muka devil (kelamaan megang BB.. I admit it).. ya pokoknya begitu deh

Selama ini aku mungkin terlalu pede, sudah merasa bahwa pacarku hanya mencintaiku, setia kepadaku.. aku pun mencintainya, walaupun.. aku masih suka flirting… heii that’s ok right?? I’m just flirting, not serious at all.. begitu pembelaan diriku ketika temanku, Dina memprotes kedekatanku dengan teman-teman chatku..

Atau mungkin ini karma?? Pembalasan dari apa yang telah kita lakukan, memang semua yang kita lakukan akan dibalas kan?? Perbuatan baik dibalas dengan kebaikan, begitu pula sebaliknya (aku membacanya dalam Kitab Suci).. Apa yang kau tanam itu yang kau panen (aku sering mendengar pendapat sosial ini)

Khayalanku melayang ke 2 hari yang lalu ketika setelah 2 minggu Rendi tidak ke rumah dengan alasan keluar kota…
“Numpang kamar mandi yak”
Aku mengangguk ketika dia minta ijin dan menuju ke kamar mandi di sebelah dapur, kita sudah berpacaran 1 tahun jadi aku tidak perlu mengantarnya ke kamar mandi di rumahku. Dan iseng-iseng atau mungkin intuisiku yang berbicara aku meraih BB nya yang ditinggal di meja, lalu mulai membuka menunya, hmm yahoo messengernya offline baguslah, lalu aku membuka BB messengernya.. ada 3 chat, Fikri, Rendi’s coworker.. Sari, Rendi’s sister… dan… Muthia, siapa nih?? Aku tidak kenal, dan otomatis tanganku mengklik open chat

Participants:
-------------
R3nDƴ, MutHi@

Messages:
---------
MutHi@ :'( missing u..: Sekarang di mana?
R3nDƴ: di hatimu… hehe..
MutHi@ :'( missing u..: iihhh kamu tuuhhh, aku seriuuusss.. :(
R3nDƴ: ku lagi dirumahnya indri
MutHi@ :'( missing u..: :(( masih lama di situ??
MutHi@ :'( missing u..: PING!!!
MutHi@ :'( missing u..: PING!!!
MutHi@ :'( missing u..: koq ngga di jwb sih?? Lagi apa siihhhhh… x(
R3nDƴ: iya sayang, nanti kalau aku pulang aku telpon kamu yaa
R3nDƴ: udah dulu yaa
MutHi@ :'( missing u..: kangen tauuu, kmrn 2 minggunya kuraaang

Waacckkk… omaigaatt apa iniii… sumpah aku gemeteran, pengen rasanya aku banting BB miliknya, tapi… ini BB keluaran terbaru sayang juga sih, sudah begitu belinya pakai kartu kredit lagi… dilemma.. lalu aku mengatur nafas, memejamkan mata, dan berpikir sikap apa yang harus aku ambil… Tidak lama kemudian Rendi kembali duduk di sebelahku, mengganti chanel televisi.. dan aku sudah meletakkan BB nya di tempat semula

“Kenapa kok jadi patung begitu?” Rendi melihatku
“Muthia siapa?”
Ia terlihat kaget, lalu gugup, mukanya bingung terus kemudian menyamber gelas sirupnya yang padahal sudah habis, ketahuan banget ketangkap basahnya, ujarku dalam hati
“Siapa?” tanyaku lagi
“Teman”
“Teman tapi mesra? Kaya lagu” timpalku sinis
“Kamu kemaren bukannya ke Jogja?” cecarku lagi
“Iya kok”
“Tapi?” kali ini nadaku mulai tinggi
“Kamu punya selingkuhan di jogja?” dan kali ini aku bubuhi dengan tinju di lengannya
“Duh kamu salah duga”
“SALAH DUGA??” sepertinya teriakanku terdengar sampai ke kamar mbok Ratmi, dan aku tidak perduli, untunglah mama papa dan penghuni lain sedang menghadiri resepsi pernikahan Karyawan kantor papa jadi aku bisa teriak sekencang-kencangnya, yah paling tidak mbok Ratmi ada bahan cerita bila nanti Indah, adikku pulang, mereka berdua kan tukang gossip sejati
“Aduh kamu tuh pelanin dikit kenapa suaranya, malu kan didengar si mbok”
“BODO!! Buruan ngaku” aku tambah kalap
“Indri sayang”
“Ga usah pake sayang, jijik gue ngedengernya” mulai preman
“Udah loe ngomong aja buruan”
“Udah berapa lama loe sama tuh cewe kecentilan?!!”

Dan setelah pertanyaan-pertanyaan yang bernada sarkas lainnya barulah aku mendapat kesimpulan :

Mereka berkenalan 6 bulan lalu, di Jogja tentunya, ketika Rendi mendapat tugas untuk mengunjungi kantor cabang di sana, dan cewe itu (aku tidak mau menyebut namanya) bekerja di kantor cabang tersebut, mulai dari situ mereka sering berkomunikasi, selain membahas pekerjaan ternyata ada benih-benih suka di antara keduanya. Dan kemarin adalah kunjungan Rendi yang ketiga ke Jogja, itu berarti… sudah 3 kali mereka bertemu…

Seperti ada yang mencelos dalam hatiku, mulai banyak pertanyaan curiga timbul di benakku, seperti halnya : Apa saja yang mereka lakukan? Rendi tidur di mana selama dia di Jogja? Sampai malamkah mereke berduaan? Kalau lagi di Jakarta apakah mereka juga intens komunikasi? Ketika bersamaku apakah Rendi selalu chat dengannya??

Rendi sudah mengaku salah, tentu saja, itukan lumrah dilakukan ketika orang ketangkap basah, dan dia mengatakan dia lebih sayang ke aku dan akan menjauhi cewe itu.. itu juga lumrah. Rendi bilang pada kunjungan terakhir mereka mulai berselingkuh, itu berarti kunjungan yang ketiga. Rendi juga bilang mereka tidak melakukan hal-hal di luar batas yang seperti halnya kami berdua tidak lakukan.. Apakah aku percaya?? Untuk yang 1 ini aku kurang yakin

Cewe itu, lebih dewasa dari Rendi, bahkan ia sudah kelihatan sangat matang, aku tidak percaya kalau gaya pacarannya hanya polos saja seperti anak-anak abege yang bersentuhan tangan saja sudah merasa ingin terbang… aku tidak percaya kalau mereka…

Aku putar sekali lagi lagunya teh Melly ini.. aku resapi setiap kata-katanya… heeyy ternyata dia kurus sekali ya dulu, tidak seperti sekarang… upss maaf teh melly ini hanya spontanitas orang yang sedang galau… maaf ya

“Kalau aku disuruh pilih aku akan tetap memilih kamu sayang”
“Jangan panggil aku SAYANG lagi, jijiikk, kamu ke dia juga manggilnya sayang, jangan-jangan ke semua cewe kamu pangil sayang” marahku belum mereda ketika Rendi datang keesokan harinya
“Intinya aku akan memilih kamu, she is nothing than you. Trust me, you are so kind to me, you really pay attention, you take care of me, you loyal to me, how I can leave you for her”

Am i?? Duh teh melly lagumu ini pas banget deh. Duh Rendi sayang akupun menduakanmu, ketika kamu pergi ada yang lain yang siap mengantar jemput aku ke kampus, menemani aku ke mall, makan di tempat-tempat yang aku suka, chatting dengan aku sepanjang hari… dan itu bukan 1 orang, ada 2 atau 3 orang ‘baik’ yang siap menemaniku selalu

Haruskah aku iba kepadamu?

“Maafin aku ya kalau aku sudah nyakitin kamu. “Maafin aku kalau aku sering ninggalin kamu, tapi percayalah indri cintakuu you are the best for me”

Jujur aku trauma, banyak pelajaran yang bisa aku petik dari kejadian ini, dan aku menuliskannya dalam buku harianku, yeah di jaman canggih ini aku masih punya buku harian.. so what?!!! :

  1. Kamu tidak boleh mempercayai seseorang 100% atau tidak boleh mencintainya 100% ?
  2. Orang yang paling kamu sayang berpotensi paling besar dalam menyakitimu
  3. Semua perbuatanmu akan kembali dan atau dibalaskan kepadamu, baik itu di dunia atau di akhirat kelak
  4. Ada yang salah dalam hubunganku selama ini sampai-sampai berakibat pada perselingkuhan baik dari sisi Rendi maupun dari aku sendiri.. dan ini perlu dicari tahu.. aku perlu mengkomunikasikan kembali dengannya

SALAH!! Aku tidak mau hidupku salah lagi, aku harus memperbaikinya, aku tidak mau ini terjadi lagi ketika aku telah menikah nanti… aku merasa bersalah, aku merasa iba, bukan hanya kepada Rendi tapi juga kepada diriku sendiri… aku mencintai Rendi, dan aku tidak mau menduakannya

Dan sekali lagi aku meminta maaf kepada teh melly karena men-stop-nya bernyanyi, ada seseorang yang aku ingin temui untuk berbicara dari hati ke hati

No comments:

Post a Comment

leave ur track so i can visit u back :)