Buka-buka
Youtube dan menemukan lagunya Potret, jadul memang, tapi..lagu-lagu Potret
masih saja nyaman di telinga untuk didengar… dan pilihanku kali ini adalah..
Salah… Huff pas banget nih dengan hidupku yang lagi Salah!!! Bahkan salah
BESAR!!!
slalu kubilang
aku tak sebaik kau pikir
tak pernah kunantikan kamu
kucinta kamu bukan berarti
ku tak mendua
sayang kau nilai aku salah
aku tak sebaik kau pikir
tak pernah kunantikan kamu
kucinta kamu bukan berarti
ku tak mendua
sayang kau nilai aku salah
Pengen
banget deh aku meneriakkan kata-kata ini ke dirinya… Ya dirinya yang kemarin
baru saja ketahuan kalau selama ini dia punya yang lain…
Aku
yang… well aku juga tidak suci-suci amat, bahkan aku bisa mengenali ‘bau’nya
kucing garong dari radius 1 km.. tapi justru aku tidak tahu kalau orang yang
telah menjadi kekasihku selama 1 tahun ini punya selingkuhan… Selingkuhan!!!
Dia SELINGKUH!!! Arrghhhh…. Mungkin kalau dalam bahasa BBM aku sudah
menendangnya, meninjunya, mendorongnya dari lantai 200, sudah pasang muka devil
(kelamaan megang BB.. I admit it).. ya pokoknya begitu deh
Selama
ini aku mungkin terlalu pede, sudah merasa bahwa pacarku hanya mencintaiku,
setia kepadaku.. aku pun mencintainya, walaupun.. aku masih suka flirting… heii
that’s ok right?? I’m just flirting, not serious at all.. begitu pembelaan
diriku ketika temanku, Dina memprotes kedekatanku dengan teman-teman chatku..
Atau
mungkin ini karma?? Pembalasan dari apa yang telah kita lakukan, memang semua
yang kita lakukan akan dibalas kan?? Perbuatan baik dibalas dengan kebaikan,
begitu pula sebaliknya (aku membacanya dalam Kitab Suci).. Apa yang kau tanam
itu yang kau panen (aku sering mendengar pendapat sosial ini)
Khayalanku
melayang ke 2 hari yang lalu ketika setelah 2 minggu Rendi tidak ke rumah
dengan alasan keluar kota…
“Numpang
kamar mandi yak”
Aku
mengangguk ketika dia minta ijin dan menuju ke kamar mandi di sebelah dapur,
kita sudah berpacaran 1 tahun jadi aku tidak perlu mengantarnya ke kamar mandi
di rumahku. Dan iseng-iseng atau mungkin intuisiku yang berbicara aku meraih BB
nya yang ditinggal di meja, lalu mulai membuka menunya, hmm yahoo messengernya
offline baguslah, lalu aku membuka BB messengernya.. ada 3 chat, Fikri, Rendi’s
coworker.. Sari, Rendi’s sister… dan… Muthia, siapa nih?? Aku tidak kenal, dan
otomatis tanganku mengklik open chat
Participants:
-------------
R3nDƴ, MutHi@
Messages:
---------
MutHi@ :'( missing u..: Sekarang di mana?
-------------
R3nDƴ, MutHi@
Messages:
---------
MutHi@ :'( missing u..: Sekarang di mana?
R3nDƴ:
di hatimu… hehe..
MutHi@ :'( missing u..:
iihhh kamu tuuhhh, aku seriuuusss.. :(
R3nDƴ:
ku lagi dirumahnya indri
MutHi@ :'( missing u..:
:(( masih lama di situ??
MutHi@ :'( missing u..:
PING!!!
MutHi@ :'( missing u..:
PING!!!
MutHi@ :'( missing u..:
koq ngga di jwb sih?? Lagi apa siihhhhh… x(
R3nDƴ:
iya sayang, nanti kalau aku pulang aku telpon kamu yaa
R3nDƴ:
udah dulu yaa
MutHi@ :'( missing u..:
kangen tauuu, kmrn 2 minggunya kuraaang
Waacckkk…
omaigaatt apa iniii… sumpah aku gemeteran, pengen rasanya aku banting BB miliknya,
tapi… ini BB keluaran terbaru sayang juga sih, sudah begitu belinya pakai kartu
kredit lagi… dilemma.. lalu aku mengatur nafas, memejamkan mata, dan berpikir
sikap apa yang harus aku ambil… Tidak lama kemudian Rendi kembali duduk di
sebelahku, mengganti chanel televisi.. dan aku sudah meletakkan BB nya di
tempat semula
“Kenapa
kok jadi patung begitu?” Rendi melihatku
“Muthia
siapa?”
Ia
terlihat kaget, lalu gugup, mukanya bingung terus kemudian menyamber gelas
sirupnya yang padahal sudah habis, ketahuan banget ketangkap basahnya, ujarku
dalam hati
“Siapa?”
tanyaku lagi
“Teman”
“Teman
tapi mesra? Kaya lagu” timpalku sinis
“Kamu
kemaren bukannya ke Jogja?” cecarku lagi
“Iya
kok”
“Tapi?”
kali ini nadaku mulai tinggi
“Kamu
punya selingkuhan di jogja?” dan kali ini aku bubuhi dengan tinju di lengannya
“Duh
kamu salah duga”
“SALAH
DUGA??” sepertinya teriakanku terdengar sampai ke kamar mbok Ratmi, dan aku
tidak perduli, untunglah mama papa dan penghuni lain sedang menghadiri resepsi
pernikahan Karyawan kantor papa jadi aku bisa teriak sekencang-kencangnya, yah
paling tidak mbok Ratmi ada bahan cerita bila nanti Indah, adikku pulang,
mereka berdua kan tukang gossip sejati
“Aduh
kamu tuh pelanin dikit kenapa suaranya, malu kan didengar si mbok”
“BODO!!
Buruan ngaku” aku tambah kalap
“Indri
sayang”
“Ga
usah pake sayang, jijik gue ngedengernya” mulai preman
“Udah
loe ngomong aja buruan”
“Udah
berapa lama loe sama tuh cewe kecentilan?!!”
Dan
setelah pertanyaan-pertanyaan yang bernada sarkas lainnya barulah aku mendapat
kesimpulan :
Mereka
berkenalan 6 bulan lalu, di Jogja tentunya, ketika Rendi mendapat tugas untuk
mengunjungi kantor cabang di sana, dan cewe itu (aku tidak mau menyebut
namanya) bekerja di kantor cabang tersebut, mulai dari situ mereka sering
berkomunikasi, selain membahas pekerjaan ternyata ada benih-benih suka di
antara keduanya. Dan kemarin adalah kunjungan Rendi yang ketiga ke Jogja, itu
berarti… sudah 3 kali mereka bertemu…
Seperti
ada yang mencelos dalam hatiku, mulai banyak pertanyaan curiga timbul di
benakku, seperti halnya : Apa saja yang mereka lakukan? Rendi tidur di mana
selama dia di Jogja? Sampai malamkah mereke berduaan? Kalau lagi di Jakarta
apakah mereka juga intens komunikasi? Ketika bersamaku apakah Rendi selalu chat
dengannya??
Rendi
sudah mengaku salah, tentu saja, itukan lumrah dilakukan ketika orang ketangkap
basah, dan dia mengatakan dia lebih sayang ke aku dan akan menjauhi cewe itu..
itu juga lumrah. Rendi bilang pada kunjungan terakhir mereka mulai
berselingkuh, itu berarti kunjungan yang ketiga. Rendi juga bilang mereka tidak
melakukan hal-hal di luar batas yang seperti halnya kami berdua tidak lakukan..
Apakah aku percaya?? Untuk yang 1 ini aku kurang yakin
Cewe
itu, lebih dewasa dari Rendi, bahkan ia sudah kelihatan sangat matang, aku
tidak percaya kalau gaya pacarannya hanya polos saja seperti anak-anak abege
yang bersentuhan tangan saja sudah merasa ingin terbang… aku tidak percaya
kalau mereka…
Aku
putar sekali lagi lagunya teh Melly ini.. aku resapi setiap kata-katanya… heeyy
ternyata dia kurus sekali ya dulu, tidak seperti sekarang… upss maaf teh melly
ini hanya spontanitas orang yang sedang galau… maaf ya
“Kalau
aku disuruh pilih aku akan tetap memilih kamu sayang”
“Jangan
panggil aku SAYANG lagi, jijiikk, kamu ke dia juga manggilnya sayang,
jangan-jangan ke semua cewe kamu pangil sayang” marahku belum mereda ketika
Rendi datang keesokan harinya
“Intinya
aku akan memilih kamu, she is nothing than you. Trust me, you are so kind to
me, you really pay attention, you take care of me, you loyal to me, how I can
leave you for her”
Am
i?? Duh teh melly lagumu ini pas banget deh. Duh Rendi sayang akupun
menduakanmu, ketika kamu pergi ada yang lain yang siap mengantar jemput aku ke
kampus, menemani aku ke mall, makan di tempat-tempat yang aku suka, chatting
dengan aku sepanjang hari… dan itu bukan 1 orang, ada 2 atau 3 orang ‘baik’
yang siap menemaniku selalu
Haruskah
aku iba kepadamu?
“Maafin
aku ya kalau aku sudah nyakitin kamu. “Maafin aku kalau aku sering ninggalin
kamu, tapi percayalah indri cintakuu you are the best for me”
Jujur
aku trauma, banyak pelajaran yang bisa aku petik dari kejadian ini, dan aku
menuliskannya dalam buku harianku, yeah
di jaman canggih ini aku masih punya buku harian.. so what?!!! :
- Kamu tidak boleh mempercayai seseorang 100% atau tidak boleh mencintainya 100% ?
- Orang yang paling kamu sayang berpotensi paling besar dalam menyakitimu
- Semua perbuatanmu akan kembali dan atau dibalaskan kepadamu, baik itu di dunia atau di akhirat kelak
- Ada yang salah dalam hubunganku selama ini sampai-sampai berakibat pada perselingkuhan baik dari sisi Rendi maupun dari aku sendiri.. dan ini perlu dicari tahu.. aku perlu mengkomunikasikan kembali dengannya
SALAH!!
Aku tidak mau hidupku salah lagi, aku harus memperbaikinya, aku tidak mau ini
terjadi lagi ketika aku telah menikah nanti… aku merasa bersalah, aku merasa
iba, bukan hanya kepada Rendi tapi juga kepada diriku sendiri… aku mencintai
Rendi, dan aku tidak mau menduakannya
Dan
sekali lagi aku meminta maaf kepada teh melly karena men-stop-nya bernyanyi,
ada seseorang yang aku ingin temui untuk berbicara dari hati ke hati
-inspired by http://www.youtube.com/watch?v=oQYWxpGwX_U-
No comments:
Post a Comment
leave ur track so i can visit u back :)