Quote Me Today

Wahai diri akan dibawa kemana kaki ini nanti? Ke arah onak berduri atau hamparan indah yang menyenangkan hati?

29.12.17

Kajian Ustadz Adi Hidayat : Satu Permintaan Yang Memenuhi Semua Kebutuhan

Ust. Adi Hidayat
Satu permintaan yang memenuhi semua kebutuhan

"Iyyakana' buduwa iyyakanasta'in" adalah perjanjian antara Allah dengan hamba-Nya, maka barangsiapa yang benar dalam ibadahnya, makan dan niat ibadah dll nya benar, maka akan dikabulkan segala permohonannya saat itu --> (Hadits Qudsi) Riwayat Abu Daud No. 169.

"Ihdinasshiratal mustaqiim" adalah 1 permintaan yang memenuhi semua kebutuhan kita dan apabila kita memahaminya dengan benar maka Allah akan memenuhi kebutuhan kita karena Allah memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.

Menurut tafsir Al Wasith karya ulama Al Azhar : yang terbaik yang kita minta adalah Hidayah Allah subhanahu wa ta'ala (untuk mencapai keinginan tertinggi yang kita perlukan). Hidayah adalah petunjuk yang sangat lembut yang menyampaikan pada tujuan.

Ihdina -> petunjuk (jamak)               Ihdi -> petunjuk (single)

Sirath -> jalan yang luas. 
Gambaran Sirath dibagi 7 adalah untuk orang-orang yang kurang beramal shaleh bahkan ada yang masuk neraka tanpa hisab yaitu orang yang sulit sekali melihat atau melakukan kebaikan. QS 18 : 100-101. Kalau masuk surga tanpa hisab di QS 2 : 25.

Mustaqim -> sesuatu yang mudah, maksudnya jalannya tidak berliku-liku. 

Jadi arti Ihdinasshiratal mustaqim adalah tunjuki kami pada solusi yang mudah.

Jika kita dekat dengan Allah, ibadahnya benar akan selalu ada dorongan kebaikan. Melihat acara yang tidak layak ditonton akan langsung diganti, pergi belanja menghindari yang haram, akan selalu diberikan petunjuk. Apalagi yang rajin tahajjud. Dan jika telah mendapat petunjuk maka pertahankan karena itu adalah kenikmatan.

Petunjuk atau hidayah itu didapatkan 

1. Dengan kita mendekatkan diri kepada Allah, tingkatkan hubungan dengan Allah, shalat ditambah dengan sunnahnya.

2. Petunjuk dari Rasulullah. Sepanjang ada petunjuk dari Nabi maka tinggalkan yang lain. Misal cara minum menurut pakar kesehatan dan ada juga cara Rasulullah minum maka ambil yang cara Rasulullah. QS 7 ayat 206 yang bisa diambil dari Nabi. QS 33 ayat 21 yaitu Uswatun Hasanah (keteladanan yang meluas). Pengusaha yang belajar pada Nabi menjadi pengusaha yang islami dll karena tertular keteladanan Nabi.

3. Al Qur'an sebagai hidayah atau petunjuk yang memudahkan kita untuk dekat. Maka keluarkanlah ayat-ayat dalam Qur'an untuk memecahkan masalah kita karena semuanya ada dalam Al Qur'an, seperti :

Anak yang shaleh/shalehah sebagai nikmat kehidupan -> Al Araf (7) : 189
Setelah lahir mendapat Asi yang baik, anaknya mendapat kebaikan/sehat dari usia 0-2 tahun -> Al Baqarah (2) : 233
2-usia baliq, anak menjadi shaleh/shalehah -> Luqman (31) : 13-19
Mulai sekolah -> At Taubah (9) : 122
Meningkat prestasi -> Al Mujaadilah (58) : 11
Mulai sekolah lebih tinggi, ta'aruf dengan temannya -> Al Hujuraat (49) : 13
Serius ingin menikah -> An Nisa (4) : 4, Ar Rum (30) : 21
Sudah menjadi suami -> An Nisa (4) : 19, menjadi istri -> An Nisa (4) : 34 
Mencari Rizqi -> Al Baqarah (2) : 168 / 172
Agar anak tidak melawan -> QS 17 : 23 
Lelah capek penat -> QS 26 : 80
Penyakit kronis -> QS 21 : 80-84
Belum punya anak -> QS 3 : 38-39 QS 19 : 3-10
Berbakti pada orang tua -> QS 46: 15
Menyiapkan maut -> QS 3 : 185

Maka minta yang kita butuhkan setelah membaca Al Fatihah dalam shalat sesuai dengan yang dijabarkan tadi. 
Al Qur'an petunjuk Iman, Ilmu petunjuk Akal

Hidayah juga bisa berarti hal yang mengantarkan pada segala kebaikan. Yang baik menurut kita tetapi tidak baik menurut Allah maka tinggalkan.

Siapa yang diinginkan oleh Allah untuk menjadi baik yang pertama diberikan adalah diringankan langkah-langkahnya untuk mempelajari agamanya (HR Bukhari) --> jadi bukan diberikan dunia.

22.12.17

Kajian Singkat Ustadz Adi Hidayat : Agar Rezeki Tidak Mampet

Ust. Adi Hidayat
Agar Rezeki Tidak Mampet

Rumus memahami konsep sesuai syariat (penjelasan dalam Al Qur'an) : 

Anak yang shaleh/shalehah sebagai nikmat kehidupan -> Al Araf (7) : 189
Setelah lahir mendapat Asi yang baik, anaknya mendapat kebaikan/sehat dari usia 0-2 tahun -> Al Baqarah (2) : 233
2-usia baliq, anak menjadi shaleh/shalehah -> Luqman (31) : 13-19
Mulai sekolah -> At Taubah (9) : 122
Meningkat prestasi -> Al Mujaadilah (58) : 11
Mulai sekolah lebih tinggi, ta'aruf dengan temannya -> Al Hujuraat (49) : 13
Serius ingin menikah -> An Nisa (4) : 4, Ar Rum (30) : 21
Sudah menjadi suami -> An Nisa (4) : 19, menjadi istri -> An Nisa (4) : 34 
Mencari Rizqi -> Al Baqarah (2) : 168 / 172

Kalau kita salah memahami konsep ini rizki sulit didapatkan kenikmatan tidak hadir.

1. Rizki sifatnya universal, orang kafir pun dapat. Dan rizki menuntut usaha jadi jangan katakan "Kenapa saya ga kaya-kaya padahal sudah shalat". Al Baqarah ayat 29. Tetapi walau rizki berlaku universal maka bila mencari rizki yang tidak legal akan ada hukumannya.

2. Alokasi rizki kepada yang baik (halalan thayyiban). Di sini pun tidak berlaku hukum aqidah. Contoh seseorang alim ulama yang membeli kacang yang basi jika dimakan akan tetap sakit perut. Al Baqarah 172. Dan hukum ini hanya berlaku bagi orang Islam yang beriman karena Allah akan mendekatkan rizki kepada orang yang beriman, berbeda dengan di point 1 bahwa manusia harus ikhtiar dulu. Al Baqarah 168. Jadi kalau rizki dirasa mampet mungkin ada yang salah dengan prosesnya, mencari dengan nafsu bukan dengan iman dan takwa.

QS 17 : 36 :> Fuad yang berada di dalam hati yang menunjuki kebenaran dan menyuruh/menegur bila mendekati yang tidak baik.

3. Point 1 : Kerja - capek - dikasih (An Nas)
    Point 2 : kerja - didekatkan (Amanu)
    Point 3 : belum minta - dikasih (Bitaqwa)
   
QS 7 : 96 
Untuk meningkatkan takwa Al Baqarah 2-5
QS 25 : 3 (waman yatakillah yaj...)

Rasulullah sudah mencapai ketakwaan yang sempurna sehingga tidak meminta pun sudah diberikan oleh Allah. (seperti dalam Surat Adh Dhuha).
Nabi Musa meminta dahulu dalam doanya ketika akan menghadap Fir'aun (doanya : rabbi shrahli sadri)
Nabi Nuh pun meminta diturunkan bencana untuk kaumnya yang kuffar.

Wallahu'alam.

15.12.17

Taba Dalam TABAROK

Taba tak kuasa membuka matanya, sakit di sekujur tubuh seraya berkumpul di pusat saraf dan mengirimkan sinyal untuk mengernyitkan mata, sakitnya sampai membuat ia terpejam. Hanya telinganya saja yang masih terbebas dari nyeri hingga dapat menangkap alunan suara yang lamat-lamat terdengar.

"’A’a mintumman fissamaa’i an-yakhsifa bikumul ‘ardhu fa’idzahiyatamuur." 

Di antara sakit yang menusuk Taba berusaha mencerna suara itu.

"Amman haadzalladzii yarzuqukum in amsaka rizqah..." 

Itu suratnya…  surat yang Taba hafal sejak bertahun-tahun lalu, surat yang Taba senang membacanya karena tertulis namanya di sana.

"Ya Allah... sungguh Engkau sangat jeli merangkai takdir setiap ham-ba... erghh," sakit itu kembali menjalar. Dengan tenaga yang tersisa Taba berusaha menarik sabuk pengaman yang entah pengaitnya ada di mana. Bau bensin bercampur asap perlahan tercium oleh hidungnya yang meneteskan darah.

Tapi Taba tidak mengeluh, tidak merutuki kebodohannya melewati jalur licin di sepanjang tebing, tidak menyesali penolakannya tadi pagi ketika supirnya menawarkan untuk mengganti ban mobilnya yang sudah botak, karena Taba percaya bahwa menghindari takdir yang satu hanya akan membawanya ke takdir yang lain. Dan setiap takdir bermuara ke satu titik.

“Qul huwalladzi ‘ansya’akum wajaala lakumussam’a wal abshaara wal ‘af’idah, qalilamma tasykuruun.” 

Lantunan ayat kembali terdengar di antara kesadarannya yang mulai menipis. Antara kepasrahan dan tetap berikhtiar, tidak tahu nasib mana yang tertulis di detik berikutnya. Tapi Taba tidak mau menyerah begitu saja karena ia tahu bahwa menyerah tidak ada dalam kamusnya. Sesuatu hal yang ditanamkan Abiyya-nya dari Taba menginjakkan kaki di hari pertama sekolah, "Ya Taba... menyerah itu artinya membuka jalan ke arah putus asa dan Allah tidak menyukai orang yang berputus asa jadi Taba tidak boleh menyerah, seberat apa pun pelajaran hari ini Taba harus bisa menguasainya." Taba kecil mengangguk sambil tetap memandang takzim Abiyya. Orang tua yang sangat dicintainya setelah Ummah. 

"Faman-ya'tikum bi maa'in ma'in." 

Surat tiga puluh ayat itu rampung sudah dibaca, suara lembut tadi tidak terdengar lagi digantikan dengan suara tetesan dari arah belakang mobil, bau bensin semakin menyengat. Bibir Taba pun semakin kencang merapal istighfar, tidak peduli rasa asin yang perlahan menyentuh lidahnya. Tak ada keinginannya menyentuh bagian mana saja yang terluka karena perhatiannya tertuju pada sabuk pengaman yang tak kunjung melepaskan dirinya. 

"Allah... La ilaha illallahu..." Seakan tahu bahwa malaikat pencabut nyawa hanya berjarak beberapa hasta Taba mengubah bacaannya, ia perlu bersaksi untuk mengejawantahkan dirinya sebagai muslim sejati.

"Taba..."

"Ya Ummah."

"Tahukah Taba kenapa diberi nama Tabarok?"

Taba kecil menggeleng dipangkuan ibunda tercinta.

"Tabarok itu... salah satu artinya adalah keberkahan. Abiyya dan Ummah berharap hidup Taba penuh dengan keberkahan. Dan Taba harus berjanji pada Ummah untuk bisa hafal surat Al Mulk. Tahu kenapa?"

Taba kecil menggeleng lagi, tangannya sibuk memainkan ujung jilbab Ummah.

"Karena barang siapa yang membaca surat Al Mulk setiap malam maka akan dijauhkan dari siksa kubur, dan... surat Al Mulk dibuka dengan kata Tabarok."

"Seperti nama Taba?"

Ummah mengangguk sambil tersenyum. Senyuman Ummah yang masih diingatnya sampai detik ini, senyuman Abiyya yang masih diingatnya pula sampai detik ini. Taba pun tersenyum, tangannya berhenti mencari pengait sabuk pengaman. Dibacanya sekali lagi surat Al Mulk yang sudah dihafalnya bertahun-tahun lalu. Surat tiga puluh ayat yang sering membuatnya menangis karena artinya yang begitu dahsyat. Surat tiga puluh ayat yang menemaninya sebelum tertidur di setiap malam. Surat yang berisi namanya dan entah bagaimana tadi tiba-tiba terdengar dibacakan dengan indah, bagai menemaninya berjuang untuk keluar dari jurang. 

Keberadaan Taba di dunia berakhir malam itu ketika tetesan bensin disambut dengan percikan api dan meledakkan mobil. Api melumat habis tapi Taba tak merasakan panasnya, kesadarannya yang terakhir hanya ketika kalimat tauhid bergetar di bibir sebelum akhirnya malaikat maut membawanya pergi.


~.~

Cemaslah dengan apa yang akan kau sebutkan di ujung nafasmu.


8.12.17

Kajian Singkat Ustadz Khalid Basalamah : Tata Cara Shalat Sesuai Sunnah

Ust. Khalid Basalamah
Tata Cara Shalat Sesuai Sunnah
  1. Takbiratul Ihram : Jari-jari dirapatkan dihadapkan ke depan, ujung jari sejajar dengan pundak atau kuping, badan tegak, mata menghadap atau melihat ke tempat sujud atau sajadah, jangan tutup mata (karena tutup mata bisa membuat kita menghayal atau mengantuk -pen).
  2. Peletakan tangan setelah Takbiratul Ihram ada beberapa cara dan do'a Iftitah ada 13 macam.
  3. Ruku' sejajar badan, jari menggenggam lutut. Bacaan Ruku' ada 6 macam.
  4. Bangun setelah ruku', ada 2 cara yaitu tangan taruh di samping kanan kiri atau ditangkupkan seperti setelah Takbiratul Ihram dan para ulama berselisih paham namun mengacu pada Hadits yang sama.
  5. Sujud dengan 7 anggota badan, direnggangkan siku kalau shalat sendiri. Bacaan sujud ada 6 macam.
  6. Duduk antara 2 sujud, tegak, telapak kaki dijadikan sebagai bantal untuk duduk, telapak kanan berdiri. Duduk Iftitah ini juga dikerjakan ketika akan berdiri lagi untuk rakaat 2 dst. (Ada juga namanya duduk Tawarruk tapi penjelasannya lain lagi).
  7. Tahiyat, tangan rapat di atas paha. Ada 2 macam cara ketika kita menunjuk yaitu dibuat lingkaran antara jempol dan jari tangan atau digenggam. Terjadi khilaf kapan kita menunjuk, ada yang mengatakan dari awal ada yang dari tasyahud tapi keduanya tidak masalah karena punya dalil. HR Tirmidzi : (jari digetarkan) Gerakan jari di tasyahud lebih keras bagi iblis daripada cambukan besi.
  8. Sebelum salam ada 23 macam doa, lalu salam tidak usah diusap wajahnya.
Wallahu'alam

1.12.17

Manhaj Menghafal Al Qur'an oleh Ustadz Adi Hidayat Lc. MA

Selayaknya benda elektronik yang mempunyai buku panduan penggunaan, hidup kita pun memiliki panduan, 
                          
                               yaitu Al Qur'an dan As Sunnah... 

Yang di dalamnya terdapat aturan mengenai apa saja... 
kita hanya tinggal membaca karena semua sudah ada rujukannya. 

Lalu apakah cukup dengan membaca? Tentu saja tidak karena otak kita yang terbatas ini tidak akan cukup untuk menampung semua informasi hanya dengan MEMBACA, kita perlu MENGHAFAL, 

seperti hal nya kita telah hafal jalan pulang dari kantor menuju rumah... alangkah baiknya kita juga menghafal aturan-aturan yang telah Allah tetapkan, agar tidak tersesat dan mudah kembali 'pulang' ke kampung halaman yang sebenarnya... surga yang abadi.

Dan mari kita sama-sama mencoba menghafal ayat-ayat Ilahi secara sistematis agar lebih cepat hafal sesuai harapan😊





o)> Allow to share 😇

24.11.17

Kajian Singkat Ustadz Adi Hidayat : Jaminan Allah Bagi Orang Yang Shalat Tahajjud

Shalat malam dibagi dua sifat : 
  • Dikerjakan sebelum tidur disebut Qiyammul Lail (QS 73 : 20)  
  • Tidur dulu lalu bangun untuk shalat disebut Tahajjud. Dari kata Hajadah (berbaring kemudian bangkit/bangun) (QS 17 : 79-81)  
Adab Al Qur'an untuk orang yang Tahajjud tidak mudah maka keluarkan dulu keutamaannya/mengetahui keistimewaan Tahajjud sehingga menjadi motivasi untuk mengerjakannya atau istilah dalam fiqih disebut Wa'dun (janji positif/keutamaan yang Allah siapkan bagi hamba-Nya yang mengerjakan ibadah tertentu. 

Contohnya di QS 17 : 79-81 Allah jamin akan memberikan 4 hal pada orang yang Tahajjud yang tidak akan diberikan pada orang yang sekalipun shalat fardlunya khusyu' luar biasa, yaitu : 
  1. Sukseskan kariernya, mudahkan pekerjaannya. Contoh : Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah dan diangkat sebagai pemimpin padahal sebelumnya sudah ada pemimpin di Madinah. 
  2. Dibimbing Allah
  3. Diberikan solusi terbaik ketika punya masalah. 
  4. Ditolong oleh Allah tanpa perantara. 
Intinya ke-4 ini dijadikan motivasi untuk bisa bangun shalat Tahajjud.

Wallahu'alam

16.11.17

Kepergiannya Sepekan Lalu

Sepekan berlalu dan masih teringat saat itu.
Ketika ia pergi... bergeming walau dipanggil, terdiam dalam waktu.
Perlahan kami membasuh hingga ujung kaki dari kepala.
Berusaha selembut mungkin sambil mengatakan 'Maaf' seolah kekasaran sedikit saja masih menyakitinya.

Hari berganti dan kami masih terbayang wajahnya.
Raut tanpa beban seakan mengatakan bahwa tak ada lagi derita.
Tidak lagi sakit kepalanya, perutnya, punggungnya atau lain sebagainya.
Efek kerasnya kemo dan obat lain telah hilang seiring hilangnya nyawa.
Meninggalkan kami keluarganya yang berkata telah ikhlas namun belum bisa berhenti meneteskan air mata.
Maaf... ini bukan ratapan, raungan atau ketidak-ridhoan, ini hanya rasa sedih karena interaksi di dunia berhenti sampai di sini.
Tetapi kami percaya bahwa di Mahsyar nanti kami akan berjumpa lagi.
Dan semoga sejalan bukan berseberangan, saling memberi syafaat bukan menghujat. 

Hari ini, sepekan berlalu dan masih akan teringat senyum terakhir itu, kebaikan-kebaikannya, kasih sayangnya dan semua-muanya.
Walau di hari ketujuh ini tidak ada Nujuh hari tapi bukan berarti kami tak peduli karena doa kami selalu menyertai.
Bersemayamlah dengan tenang Mbakku, semoga Allah memperlihatkan Jannah-Nya pada pagi dan petang, pertanda Ia ridho kepadamu.

#InLovingMemorySister

Catatan kaki :
Sungguh, meninggalnya seseorang dapat membuat kita luruh tapi tidak boleh menjadikan kita runtuh.

10.11.17

Kosa Kata Dalam Bahasa Arab

Postingan ini bisa dibilang lanjutan dari postingan tahun 2012 --lama sekali ya huhu-- yang berjudul Istilah In Arabic. Dan postingan ini juga hasil copy paste karena... sayang aja begitu kalau tidak di share 😊

Let's cekidot.

~&~

Mari belajar bahasa syurga ! ♥️ :’)

1. Salam ukhwah fillah : salam persahabatan kerana Allah
2. Ukhti : kakak atau saudara perempuan
3. Akhi : abang atau saudara lelaki
4. Zauj : suami
5. Zaujah : isteri
6. Assif jiiddan : I’m really sorry
7. Syukran-afwan : terima kasih - sama-sama 
8. Ukhuwwah Fillah Abadan Abada : persaudaraan kerana Allah selama-lamanya 
9. Fa’iza ‘azamta fatawakkal’alallah : setelah kamu berazam maka bertawakkal lah 
10. Iinni akhafullah : sesungguhnya aku takutkan Allah 
11. Mafi qalbi ghairullah - tiada apa di dalam hati selain Allah 
12. Lau samahta : excuse me 
13. Naltaqi ghadan : kita jumpa lagi esok 
14. Ilalliqa’ : Moga bertemu lagi 
15. Syafaakallah : Moga Allah menyembuhkan awak (lelaki) 
16. Syafaakillah : Moga Allah menyembuhkan awak (perempuan) 
17. Taffadhol : silakan 
18. La aadri : saya tak tahu 
19. Ma fi musykilah : tiada masalah 
20. Bitaufiq wannajah : semoga mencapai kejayaan 
21. Jazakallahu khairan kathira : Semoga Allah memberi/menambah kebaikan yang banyak kepadamu 
22. Wa iyyaka : dan ke atas kamu juga (jawapan utk jazakallahu khairan kathira) @Allahukhairujaza’ - Allah adalah sebaik-baik pemberi 
23. Fahimtum : adakah anda faham ? 
24. Fahimna : kami telah faham
25. Sobahalkhair : selamat pagi
26. Ijtahid wala taksal : bersunggguh-sungguh dan janganlah kamu malas 
27. La Tahzan Innallaha Maana : Janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersamamu
28. Kafaa bilmauti waa-‘izhan : cukuplah kematian itu menjadi peringatan 
29. Bi idznillah, In syaa Allah kull khayr ! Aamiin, Barakallahu fik : dengan izin Allah, in syaa Allah semuanya baik! Aamiin, semoga Allah merahmati kamu 
30. Masa ul khair : selamat petang 
31. Tushibu ‘alal khair : selamat malam 
32. Na’am : Ya 
33. Yallah yallah bisura’h : mari-mari cepat (lekas-lekas) 
34. Ismahli ya ustadz/ustadzah, uridu an azhaba ilal dauratul miah? : tumpang tanya wahai ustaz/ustazah, bolehkah saya ingin ke bilik air?
35. Sannah helwah : happy birthday
36. Ana aidon : saya juga
37. Maas salamah : selamat tinggal
38. Alaa khoirin wa afiyyah : dalam keadaan baik dan sihat 
39. Nin sain? : kamu ada dimana?
40. Ayyuhidma alaik : apa yang boleh saya bantu 
41. Barakallahu fik : semoga Allah memberkati kamu 
42. Dai’e : pendakwah 
43. Allah ghoyatuna : Allah tujuan kami 
44. Ar-Rasul qudwatuna : Rasul teladan kami 
45. Al-Quran dusturna : Al-Quran panduan kami 
46. Al-Jihad sabiiluna : Jihad jalan kami 
47. Al-Mautu fi sabilillah asma amanina : syahid cita tertinggi kami 
48. Innallaha ma’ana : sesungguhnya Allah bersama kami

#Assif jiiddan sekiranya ana tersalah pengunaan bahasa arab, ini sekadar perkongsian untuk semua... Jazakumullahu Khairan...

Shafira Halimi at 00:29

 ~&~

Moga manfaat ya Akhi Ukhti... Salam ukhwah fillah. 

#NF

3.11.17

Kajian Singkat Ustadz Adi Hidayat : Bolehkah Asma'ul Husna dijadikan dzikir setelah shalat?

Pertanyaan : Bolehkah Asma'ul Husna dijadikan dzikir setelah shalat?
 
Jawab : 
 
Dzikir adalah segala aktivitas yang menjadikan kita dekat dengan Allah atau menjadikan kita ingat kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
 
  • Membaca Al Qur'an adalah bagian dari dzikir -> QS Al Hijr (15) Ayat 9
  • Menghafal Al Qur'an adalah bagian dari dzikir -> QS 54 Ayat 17, 22, 32 dan 40
  • Shalat adalah bagian dari dzikir -> QS 20 Ayat 14
  • Berdoa adalah bagian dari dzikir -> QS 7 Ayat 205
  • Termasuk amalan pasca shalat adalah bagian dari dzikir -> QS An Nisa Ayat 103 
 
Dzikir Nabi setelah shalat :
 
   * Istighfar kepada Allah : Astaghfirullah... Wa minka antassalam... (HR. Muslim No. 591)
   * Laa ilaha ilallahu (HR. Muslim No. 593)
   * Subhanallahu... (HR. Muslim No. 597)
   * Ayat Kursi (HR. An Nasa'i bagian 4)
   * 3 Surat terakhir (HR. Abu Daud No. 1523)
   * Berdoa (HR. Ibnu Majah No. 925)

Salah satu sahabat Nabi pernah berdoa dengan Asma'ul Husna - nama-nama puncak yang jika dibacakan akan segera dikabulkan permintaan akan diberikan :
Allahumma innaka anta antal ahad asshamad alladzi lam yalid walam yuulad walam yaqul la hukufuwan ahad, Allahumma inni as'aluka antaghfirali.

Jadi kaitannya dengan pertanyaan di atas adalah boleh diqiyaskan dengan Asma'ul Husna sesuai kebutuhan, tidak perlu semua Asma'ul Husna diucapkan.
 
Wallahu a'lam bisshawab.

27.10.17

Buku Manhaj Tahdzir Kelas Eksekutif Oleh Ust. Adi Hidayat Lc. MA

Buku ini merupakan buku kesekian yang ditulis oleh Ustadz Adi Hidayat dan baru launching tanggal 27 September 2017 di Masjid Al Ihsan Jaka Setia Bekasi. Buku yang ditulis karena tahdzir yang menimpa Ustadz Adi Hidayat ini membuka mata bahwa para ulama, ahli ilmu dan asatidz pun tidak terlepas dari fitnah syubhat dan syahwat... karena memang sesungguhnya tidak ada yang Maksum kecuali Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam

Tetapi saya tidak ingin membahas mengenai tahdzir itu sendiri, melainkan hanya ingin menulis kembali quote-quote penulis yang dapat menjadi renungan bersama.

~o~ 

"Sungguh... setan itu selalu tergerak menghadirkan permusuhan dan kebencian di antara kalian," petikan Surat Al Maidah ayat 91

Guru yang sulit introspeksi umumnya melahirkan murid yang pandai mencela

Tergesa-gesa dalam menyelam justru dapat menyebabkan tenggelam, atau setidaknya merusak irama gerakan dan pudarnya keserasian lingkungan

Tabayyun, menjalin dialog dengan cara yang santun

Sesuatu yang mubah tidaklah terlarang hingga terdapat dalil yang jelas akan larangannya.

Di antara mereka bahkan begitu mudah menghukumi walau baru sehari mengaji. Entah siapa yang mengajar serta apa yang diajarkan? Karena para salaf selalu menjaga adab dalam hal mencari dan menerapkan pengetahuan

Seorang yang terlampau sibuk mengajar terkadang sibuk untuk belajar... terlebih bagi pengajar yang terkadang lupa mengamalkan hal yang diajarkan 


~o~  

Note : Untuk yang bertanya apa itu tahdzir?

Tahdzir berarti memperingatkan umat dari kesalahan individu atau kelompok demi mencegah umat terjerumus ke dalam kesalahan yang sama.

Tetapi... fenomena yang terjadi adalah ketika para ahlul ilmu saling mencela tanpa lebih dulu bertabayyun.

Bukankah duduk berhadapan dan saling mengintrospeksi lebih indah daripada melalui dunia maya? Dan bukankah menasehati dalam ruang tertutup lebih bijaksana daripada diumbar ke media?

Wallahu'alam. 


20.10.17

Keterasingan Ahlusunnah Di Masa Fitnah Pada Akhir Zaman

(Beberapa Kalimat Emas Dari Asy-Syaikh Al-Albany Rahimahullah Tentang Terasingnya Ahlussunnah)

✍🏻 Berkata asy-Syaikh al-Albany rahimahullah:

إن تكلمت عن التوحيد نبذك أهل الشرك

"Apabila engkau berbicara tentang tauhid maka orang-orang musyrik akan meninggalkanmu."

وإن تكلمت عن السنة نبذك أهل البدعة

"Apabila engkau berbicara tentang sunnah maka ahli bid'ah akan meninggalkanmu."

وإن تكلمت عن الدليل والحجة نبذك أهل التعصب المذهبي و المتصوفة والجهلة

"Apabila engkau berbicara di atas dalil dan hujjah maka orang yang ta'ashub (fanatik) terhadap madzhab tertentu, orang-orang sufi dan orang-orang yang bodoh akan meninggalkanmu."

وإن تكلمت عن طاعة ولاة الأمر بالمعروف والدعاء والنصح لهم وعقيدة أهل السنة نبذك الخوارج والمتحزبة

"Apabila engkau berbicara tentang (wajibnya) mentaati para penguasa (muslim) dalam perkara yang ma'ruf, mendo'akan kebaikan untuk mereka, menasehati mereka (dengan cara yang syar'i yakni tidak terang-terangan di depan umum) dan menjelaskan aqidah ahlus sunnah (terkait dengan penguasa muslim) maka orang-orang khawarij dan para hizbiyyun (orang-orang yang fanatik terhadap golongannya) akan meninggalkanmu."

وإن تكلمت عن الإسلام وربطته بالحياة نبذك العلمانيون والليبراليون و أشباههم ممن يريدون فصل الدين عن الحياة

"Apabila engkau berbicara tentang Islam dan kaitannya dengan urusan kehidupan maka orang-orang sekuler, orang-orang liberal dan orang-orang yang sejenis dengan mereka yang menginginkan terpisahnya urusan agama dari kehidupan dunia, akan meninggalkanmu."

🔥 Keterasingan yang sangat dahsyat yang menimpa ahlussunnah!!

حاربونا بجميع الوسائل، حاربونا بالإعلام المسموع والمرئي والمكتوب، حتى أصبح الأهل والأصحاب يحاربون هذا الغريب المتمسك بكتاب الله وسنة رسول الله، ورغم هذا، نحن سعداء بهذه الغربة ونفتخر بها، ﻷن رسول الله ﷺ أثنى على هؤلاء الغرباء، فقال عليه السلام:

📑 Mereka memerangi kita dengan segala cara yang mungkin bisa mereka lakukan. Mereka memerangi kita dengan media informasi yang bisa didengar, terlihat, dan tertulis. Sampai-sampai keluarga dan teman-temanpun memerangi orang yang asing ini yang berpegang teguh dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah ﷺ, walaupun (mereka berbuat seperti) ini, justru kami sangat bahagia dengan keterasingan ini dan kami juga berbesar hati (bangga) dengannya, dikarenakan Rasulullah ﷺ memuji orang-orang yang asing tersebut, maka Rasulullah ﷺ bersabda:

إن الإسلام بدأ غريبًا، وسيعودُ غريبًا كما بدأَ، فطُوبَى للغُرباءِ قيل: من هم يا رسولَ اللهِ ؟ قال: الذينَ يصلحونَ إذا فسدَ الناسُ

"Sesungguhnya Islam dulu datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti semula maka kebahagiaan bagi orang-orang yang asing tersebut. Ada yang bertanya (kepada beliau): "Siapakah mereka wahai Rasulullah?" Beliau ﷺ menjawab: "Mereka adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan tatkala manusia dalam keadaan rusak."

📚 As-Silsilah Ash-Shahihah no. 1273

🕌🏡 al-Atsary Majalengka
📟 Channel Telegram: t.me/salafymajalengka

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫

📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa

🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah
Melalui:
Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd