Quote Me Today

Wahai diri akan dibawa kemana kaki ini nanti? Ke arah onak berduri atau hamparan indah yang menyenangkan hati?

1.12.11

Bimbang

“Hon.. Iiihh kok jadi kamu yang nangis, film kaya ginian aja ditangisin.. hahahah” Nico menoleh ke arah Linda dan mendapati Linda menyeka matanya dengan tissue..
“Iiiihh kamu tuh, kasian tauu Cinta.. dia harus menahan perasaannya… Ah dasar cowo, kurang peka perasaannya” Linda membela diri
“Tapikan ini kedua kalinya kamu nonton Ada Apa Dengan Cinta”
“Baru 2 kalii, ada yang nonton sampe 30 kali tauuu…” Linda cemberut
“Buset dah, mau ngapain itu orang sampe segitunya”
Trett… dan Nico menekan tombol Pause pada remote DVD
“Loh kok dimatiin siihhhh”
“Aku mau ngomong serius, tentang hubungan kita, Stop mikirin hubungannya Cinta dan Rangga. Toh akhirnya happy ending juga kan. Atau mau aku ceritain??” Ketus Nico
“Memang mau bahas apaan sih?” Linda mengalah
“Ya hubungan ini, kamu kan tahu kalau aku mau lanjutin kuliah di Kelantan, Jauh itu di Malaysia, it means kita ngga bisa ketemu setiap saat ngga kaya sekarang. Kok kamu santai banget sih kayanya”
“Siapa yang santai, ini aku lagi nangis”
“Halaah kamu kan nangisin Cinta, bukan akuu”
“Hehe.. Dan lagi sebenernya aku sebel sama kamu, kenapa sih lanjutin kuliah jauh banget, bosen ya kuliah di UI bareng aku”
“Hon.. aku kan sudah kasih tahu kamu alasannya kenapa”

Sebenarnya percakapan itu tidak mengubah apa-apa… toh Nico tetap saja pergi ke luar negeri.. Long Distance untuk 3-4 tahun ke depan, tapi ada 1 kalimat yang membuat Linda mellow abis

“Aku ingin kita bertunangan sebelum aku pergi, aku ingin merasa yakin bahwa hubungan kita ini serius…”
“Loh memangnya kamu pikir aku sekarang ngga serius..?” Linda memang suka memotong kata-kata orang
“Dengar dulu.. Aku tahu kamu serius tapi aku mau ke jenjang berikutnya bukan cuma jadi pacarmu tapi jadi calon suamimu, dan aku mau kamu setia menunggu, seperti Cinta yang menunggu Rangga”

Andai semudah itu, andai hubungan ini semudah hubungan Cinta dan Rangga yang tidak mempersoalkan perbedaan agama
“Kamu sadar ngga sih Hon kalau kita berbeda”
“Iya aku tahu, dan aku juga mau bilang kalau aku ingin kamu belajar agamaku. Aku ingin kamu memeluk agamaku, aku tidak mau ada 2 keyakinan dalam pernikahan kita nanti. Aku ingin menikah dengan kamu. Selamanya dengan kamu, have children from you”
Andai Linda tidak memikirkan persoalan agama ini pastinya dia sudah terbang melayang dengan kata-kata Nico yang sangat syahdu. Tapi yang keluar dari bibir Linda hanyalah
“Aku ngga tahu”

Sudah sebulan sejak pembicaraan itu dan besok adalah hari keberangkatan Nico ke Malaysia. Tanpa sebelumnya ada acara pertunangan seperti yang dibayangkannya. Linda pun merasa ia agak menjaga jarak dengan kekasihnya tersebut. Entah karena ingin membiasakan diri berjauhan dengan Nico atau karena perasaan bersalah

“Hon… maafin aku yaa” akhirnya ia tidak tahan dan menelpon
“Iya, udah jangan nangis, ngga apa-apa kok Hon” suara Nico terdengar hambar, sepertinya ada kekecewaan disitu
“Besok berangkat jam berapa? Mau aku buatin sarapan ngga?”

“Terserah kamu aja Hon, ngga usah merepotkan, Bik Sum pastinya udah buatkan aku sarapan. Kamu sarapan disini aja”

Ah Nico, kamu belum pergi saja aku sudah kangen berat, ingin sekali bertemu kamu saat ini, menghabiskan malam bersamamu sebelum kamu pergi jauh… Sebulan bagiku lama karena kita bertemu hampir setiap hari semenjak kamu pindah rumah ke sebelah rumahku, menjadi teman mainku, bersekolah di SMA yang sama, menjalani ospek di Kampus yang sama, siapa yang akan mengantar jemput aku ke kampus, siapa yang menemaniku mengerjakan tugas-tugas kampus, aku ke mall sama siapa, aku… aku.. tanpa terasa Linda menangis, merasa sangat jauh dan tidak terkoneksi, padahal saat itu mereka sedang berbicara lewat telpon. Dan jarak mereka hanya beberapa puluh meter saja.. Ia menahan tangisnya

“Aku masih dengan keputusanku waktu itu, tetap ingin kamu belajar agamaku, aku berharap nanti ketika aku kembali ke Indonesia kamu sudah punya keputusan akan dibawa kemana hubungan kita ini Hon.. I mean it” Nico mempertegas lagi keinginannya sebelum mereka mengakhiri pembicaraan. Dan Linda.. membasahi bantalnya dengan tangisan panjang.

No comments:

Post a Comment

leave ur track so i can visit u back :)