Quote Me Today

Wahai diri akan dibawa kemana kaki ini nanti? Ke arah onak berduri atau hamparan indah yang menyenangkan hati?

8.6.18

Membantu PR Adik

Aku sedang duduk di bangku taman sambil membaca sebuah novel dari author kesukaanku, namun konsentrasiku tiba-tiba terpecah ketika seorang remaja tanggung yang berselonjor di rumput bersuara dengan keras, otomatis aku menengok ke arahnya dan mendapati ternyata ia sedang video call dengan seseorang,

Ia (remaja tanggung) : "kakaaakkk, bantu aku mengerjakan PR kuuuu..."

Wah zaman sudah canggih ya, sekarang PR bisa diselesaikan dengan bantuan hp, kataku dalam hati.

Seseorang di ujung sana, yang ternyata seorang wanita : "Assalamu'alaikum... salam dulu doong maen langsung nyerocos aja."

Ia : "Hehehe... iya deeehh Assalamu'alaikuuumm."

Wanita itu: "Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, naah gitu dong kan jadi lebih manis." Katanya yang direspon dengan tertawa oleh si remaja tanggung, "PR apa sih Dek?" Tanyanya lagi.

Ia : "Agama niihh. Syamatah itu apa sih Kaa?" Tak perlu menunggu lama atau berbasa-basi lagi ia mulai mengajukan pertanyaan.

Wanita itu: "Hmm... setahu aku Syamatah itu menganggap remeh orang lain. Dan hukumnya tentu saja tidak boleh. Rasulullah melarang kita untuk menghina atau meremehkan orang lain. Pada zaman dulu juga ketika berperang ada beberapa sahabat yang bangga dengan jumlah pasukan perang yang banyak dan itu termasuk dalam kategori bahwa mereka bersyamatah, atau contoh-contoh lainnya. Makanya kamu jangan suka membully teman-teman mu yaa." 

Ia: "Yee koq jadi aku sih," seketika wajahnya berubah menjadi cemberut. 

Wanita itu: "Memang kamu nggak pernah bully teman sekolah?"

Ia: "Hehehe, udah ah lanjut nih ke pertanyaan kedua. Sebenarnya... aku udah jawab sih tapi takut salah, Bai'at Ridwan itu bai'at yang dilakukan di bawah pohon setelah perjanjian hudaibiyah bukan sih Kaa?"

Wanita itu: "Bennuull... eh betuull."

Dan remaja itu mengepalkan telapak tangan kanannya lalu membuat gerakan ke bawah sambil berkata, "Yess bener." Saat itu aku pun sudah kehilangan minat membaca, padahal buku di tanganku itu termasuk Best Seller dan sudah ku nanti-nanti sejak lama, tetapi percakapan live ini lebih menarik untuk diikuti. 

Ia: "Ka, memangnya ada ya ciri orang yang imannya benar? Itu seperti apa sih maksudnya?"

Wanita itu: "Ciri orang yang imannya benar.... hmmm gimana ya, menurut Imam Ibnul Qayyim, ciri orang yang punya iman yang benar itu prioritasnya lebih ke memperbaiki iman atau beramal shaleh daripada mengejar banyaknya amalan, misalnya seseorang itu akan lebih sibuk untuk shalat wajib 5 waktu dengan cara yang benar sesuai tuntunan Rasulullah daripada memperbanyak shalat sunnah tetapi rukun shalatnya belum terpenuhi dengan sempurna. Wallahu'alam."

Remaja tersebut mengangguk-angguk lalu menuliskan dalam bukunya. "Ka, Ghuraba itu apa?" 

Percakapan ini semakin menarik saja sampai-sampai aku menggeser duduk ku agar dapat mendengar dengan lebih jelas, sekaligus ingin melihat sosok si kakak yang sepertinya faqih dalam agama.

Wanita itu: "Ghuraba adalah orang-orang yang asing di tengah keterasingan. Islam itu datang dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing, dulu ajaran Rasulullah dianggap aneh bahkan Rasulullah dibilang seorang tukang sihir atau gila karena pada saat itu bagi mereka ajaran Islam adalah sesuatu yang baru, well... sebenarnya tidak baru-baru amat ya karena Rasulullah hanya menyempurnakan risalah yang dibawa oleh Nabi-Nabi sebelumnya, seperti ibadah Haji yang sudah ada tetapi ketika zaman Rasulullah ibadah tersebut sudah ternodai dengan praktek-praktek yang tidak sesuai syariat. Dan fenomena rusaknya agama seperti itu akan terjadi lagi nanti di akhir zaman karena fitnahnya yaitu fitnah syubhat dan fitnah syahwat. Namun, siapa yang berpegang teguh dengan akidah yang sudah diajarkan Rasulullah di akhir zaman yang penuh dengan fitnah ini maka pahalanya akan dikalikan 50 kali lipat, itu sama saja membuka peluang kemenangan untuk dapat bersama dengan Rasulullah dan para sahabatnya yang mulia."

Si remaja terlihat menulis dengan cepat penjelasan tersebut. "Fitnah syubhat dan syahwat itu jelasin dong Ka..."

Wanita itu tertawa, lalu berkata, "Okee... catet yaa. Fitnah syubhat adalah rusaknya pemahaman tentang agama, awal terjadinya -dari yang Kakak tahu- ketika masa Ali bin Abi Thalib dengan kemunculan Khawarij dan Syiah. Singkatnya kaidah Khawarij adalah Al Jahl Biddin atau bodoh dengan agamanya, rasulullah berkata bahwa mereka membaca Al Qur'an tetapi tidak melewati kerongkongan. Ada yang mengatakan bahwa tujuan mereka itu baik yaitu menjaga agama Islam tetapi caranya salah oleh karena itu ada ulama yang masih membolehkan kita mengambil rujukan dari Khawarij, tetapi kakak kurang paham mengenai hal itu. Sedangkan kaidah Syiah itu adalah Taqiyah atau dusta, karena dendam dan sakit hati..."

Tiba-tiba si remaja tersebut berteriak, "Yaaaa lowbeet huhuhu aku nggak bawa charger."

Samar aku lihat wanita dalam video call menggeleng sambil tertawa, "Ya sudah sana charge dulu, telponnya lanjut nanti malam saja yaa. Kakak mau pergi juga nih."

"Iya deeh," si remaja berkata lemas, mungkin PR nya masih banyak tapi 'contekannya' harus berakhir saat ini, "Kakak kapan pulang ke Indonesia?"

"Insyaa Allah dua bulan lagi ya sayang, ketika libur summer di sini. Sudah dulu ya, salam sama Abi dan Amma."

"Okhayy, makasih kakak sayang. Daaghhh."

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalaamm..." Remaja tersebut mematikan telpon, lalu menoleh ke arah ku dengan tatapan aneh, mungkin baru menyadari kalau sedari tadi ada orang yang 'menguping' pembicaraannya, dan aku seperti kucing yang ketahuan sedang menggondol ikan dari meja. Malu.

~@~

13.5.18

Tabligh Akbar Masjid Istiqlal 10 Mei 2018 dengan tema Air Mata Ramadhan (lanjutan III)

Ustadz Syafiq Riza Basalamah

Apa yang harus dilakukan menjelang Ramadhan? 
Sebagian orang berdziarah kubur di mana dziarah kubur dianjurkan oleh Rasulullah (tetapi tidak terbatas hanya ketika akan menjelang Ramadhan atau hari raya Idul Fitri), dziarah kubur dapat melembutkan hati, membuat air mata menetes dan mengingat akhirat.

Ramadhan datang untuk menguji kecerdasan seseorang. Orang bodohlah yang ketika Ramadhan berlalu tetapi tidak diampuni dosa-dosanya. Orang yang tidak mendapat Lailatul Qadr adalah orang yang dihalangi dari segala kebaikan.

Camkan pada diri bahwa Allah tidak membutuhkan ibadah kita. Allah mensyariatkan Ramadhan agar kita tidak terbebani dengan dunia dan menyadari bahwa manusia hidup dalam control Allah, tidak hanya hidup dengan nafsunya saja.

Hal yang harus diobati menjelang Ramadhan :
  • Hati yang lalai dan akal yang kabur
Banyak yang berteori tetapi tidak melakukannya karena akal tersandera dengan materi. 

Persiapannya: 
  1. Perasaan (analoginya ketika ingin bertemu dengan seseorang yang dinanti-nanti).
  2. Rohani (diniatkan) - Hadits Rasulullah "Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosanya".
  3. Akal (ilmunya disiapkan, hukumnya, adabnya, sunnahnya, dsb nya).
  4. Fisik (melatih sebelum bulan Ramadhan dengan cara memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya'ban).
  • Dosa (yang harus ditinggalkan) 
Banyak yang beribadah tetapi tidak menikmati karena dosa yang dilakukan, maka sebelum Ramadhan banyak-banyaklah beristighfar.
  • Dendam, dengki dan hasad (yang harus ditinggalkan)
Semua hamba yang tidak melakukan kesyirikan maka diampuni dosanya kecuali masih ada dendam, dsb.nya sehingga amal ibadahnya ditangguhkan sampai saling bermaafan.

~Wallahu'alam bishawab~

Tabligh Akbar Masjid Istiqlal 10 Mei 2018 dengan tema Air Mata Ramadhan (lanjutan II)

Ustadz Sufyan Baswedan

Muqadimah
  • Ulama salaf tidak meriwayatkan suatu hadits sampai mereka tahu kesahihan hadits tersebut.
  • Ada juga hadits yang belum pasti kesahihannya tetapi diriwayatkan ulama karena dinilai ada fadhilahnya namun tidak berkaitan dengan halal haramnya sesuatu.
  • Ada juga ulama yang mencatat semua hadits tapi belum tahu kedudukan hadits tersebut (jadi agak longgar karena mereka memang hanya mengumpulkan apa yang mereka dengar dan biarlah orang lain yang meneliti sendiri hadits tersebut).
  • Orang yang menyebarluaskan hadits palsu itu mendapat dosa besar.
Jangan terperdaya dengan broadcast seperti di bawah ini, karena bisa jadi hadits palsu; 
  • Share ini maka ribuan orang bershalawat, jangan berhenti di anda, dsb...
  • Lakukan ini sekian kali di pagi hari maka kamu akan mendapat...

Hati-hati jangan mudah menisbatkan pada Rasulullah karena Rasulullah mengancam penisbatan ucapan padahal Rasulullah tidak mengucapkannya, "maka ambil tempatlah di neraka", bahkan ada ulama yang memurtadkan orang-orang yang menyebarkan hadits palsu.


Hadits palsu atau lemah terkait Ramadhan 
 
Contoh hadits palsu atau lemah yang lain misalnya:
  • Doa malaikat Jibril yang diaminkan Rasulullah 
Hadits bermaafan (yang sering di broadcast menjelang bulan Ramadhan) merupakan salah satu contoh hadits palsu yang ternyata di Timur Tengah pun tidak ada, dengan kata lain hadits ini bisa jadi buatan masyarakat Indonesia. Kesimpulannya adalah bahasa Arab nya saja tidak ada apalagi sanadnya. Ini merupakan hadits yang bathil dan matannya munkar.
  • Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. 
Hadits ini dinilai dhaif, tetapi sebenarnya maknanya bisa benar apabila tidurnya itu diniatkan untuk mengumpulkan stamina agar ketika malam tiba ibadahnya dapat lebih maksimal, bukan orang yang berpuasa lalu tidur sepanjang hari dengan dalih tidurnya itu adalah ibadah. Jadi semua itu kembali kepada niatnya.
  • Hadits 10 hari pertama adalah rahmat, 10 hari kedua adalah ampunan, dsb
Hadits ini merupakan hadits yang bathil, tidak ada asal usulnya. Bahkan ada yang mengatakan hadits ini munkar dan ada juga yang mengatakan ma'udhu.
  •  Hadits tentang ghibah membatalkan puasa
Contohnya : 1) 2 orang yang sedang berbekam sekaligus mengghibah orang lain maka Rasulullah berkata bahwa puasa kedua orang tersebut batal, 2) seorang wanita diperintahkan untuk memuntahkan isi perutnya karena berghibah maka keluarlah nanah, darah dan daging segar, 3) dll.

Bukan berarti ghibah itu diperbolehkan tetapi kita dapat mengambil rujukan dari hadits yang shahih bukan hadits seperti di atas.
  • Hadits palsu tentang Namimah, ghibah, melihat lawan jenis dengan syahwat, sumpah palsu dapat membatalkan puasa.

Note: Salah satu indikator hadits palsu adalah berlebihan (pahala besar dan diperinci dari ibadah kecil).

Tabligh Akbar Masjid Istiqlal 10 Mei 2018 dengan tema Air Mata Ramadhan (I)

Kajian menyambut bulan Ramadhan ini diisi oleh Ustadz  Firanda Andirja, Ustadz DR Sufyan Baswedan dan Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah. 

Saya akan mencoba merangkumnya sesuai kemampuan saya ya, kalau ada salah tulis mohon dimaafken 😊 *sambil mata keliyep-keliyep menahan kantuk😬*.

Ustadz Firanda Andirja
  • "Seluruh amalan umat Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, itu untukku." Merupakan hadits Qudsi yang menyatakan kedudukan puasa di bulan Ramadhan.
  • Ibadah yang semakin ikhlas dan tidak terlihat oleh orang lain maka semakin special di sisi Allah.
  • Kapankah 1 Ramadhan? Kaidahnya adalah "keyakinan itu tidak bisa dihilangkan dengan keraguan, hanya bisa dihilangkan dengan keyakinan (lain)", maka itu Rasulullah melarang kita berpuasa 1 atau 2 hari sebelum Ramadhan (dikhawatirkan waktu-waktu tersebut sudah masuk bulan Ramadhan). Karenanya pastikan dulu apakah hilal sudah terlihat apa belum sebagai bentuk untuk meyakinkan bahwa bulan Ramadhan sudah datang, namun jika hilal belum terlihat maka genapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari (sebagai bentuk meyakinkan yang lain).
  • Niat puasa Ramadhan dilakukan sejak malam hari, "Barangsiapa tidak berniat pada malam hari maka tidak ada puasa baginya." Hadits ini hanya berlaku untuk puasa wajib bukan puasa sunnah. Perbedaannya : Puasa wajib berniat di malam hari dan tidak boleh berbuka di siang hari sedangkan Puasa sunnah boleh berniat di pagi/siang hari (selama belum makan/minum) dan boleh berbuka puasa di siang hari. Hal ini pernah dicontohkan Rasulullah dan beberapa sahabat radiallahu anhuma.
  • Bolehkah berniat puasa untuk sebulan penuh? Terjadi ikhtilaf di antara para ulama tapi sebaiknya setiap hari kita berniat berpuasa karena 1 hari itu berdiri sendiri tidak berkaitan dengan hari lain.
  • Sahur sebaiknya dilakukan menjelang subuh. Apabila kita sahur pada jam 1 malam, misalnya, maka itu tidak termasuk sahur. Terdapat hadits yang menjelaskan bahwa Rasulullah setelah selesai sahur langsung menuju masjid untuk shalat dan jaraknya itu sekitar 50 ayat atau sekitar 15 menit saja. Hadits lain menyatakan bahwa Bilal mengumandangkan adzan pertama maka makanlah sahur lalu Imam Ummi Maktum adzan yang kedua dan saat itulah baru selesai sahur lalu menuju shalat subuh.
  • Selain memberikan makanan berbuka puasa, memberikan makanan sahur pun berpahala karena para sahabat radiallahu anhuma pun sahur bersama Rasulullah.
  • Kesalahan saat ini yaitu sebelum imsak atau ketika imsak kita berhenti sahur (padahal saat itulah harusnya menjadi waktu yang lebih tepat untuk sahur apabila kita merujuk pada hadits-hadits di atas).
  • Hadits yang masih ditakwil oleh para ulama adalah apabila adzan sudah dikumandangkan tetapi masih memegang gelas minuman/makanan boleh dilanjutkan sahurnya. Hal ini dibolehkan ketika kita ragu apakah masih boleh makan dan minum tetapi apabila kita sudah mengetahui jadwal adzan subuh maka hadits yang masih ditakwil tadi tidak berlaku.
  • Batalnya puasa dikarenakan makan, minum atau berjima. Kecuali ia lupa maka boleh melanjutkan puasanya.
  • Adab berbuka yaitu a) Buka segera (contohnya ketika berada di pantai lalu matahari sudah terlihat tenggelam maka boleh berbuka tanpa harus menunggu adzan) b) niat berbuka c) berdoa, karena saat itu rahmat Allah sedang turun.
  • Adab tarawih seperti jumlah rakaatnya tidak terbatas (pendapat jumhur ulama/4 madzhab/ijma salaf). Ibnu Taimiyyah berkata "Barangsiapa yang menyangka bahwa tarawih ada batasan rakaatnya maka dia salah."
  • Tidak ada 2 witir dalam 1 malam.

4.5.18

Cara Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Rasulullah

Oleh Ust. Oemar Mita

Mendengar adzan (tidak perlu sampai selesai cukup ketika “Allahu Akbar…”) 
Membaca Bismillah lalu minum seteguk atau dua teguk air 
Lalu membaca doa berbuka puasa “Dzahabazh Zama’u, Wabtalatil ‘Uruuqu wa Tsabatal Ajru, In syaa Allah” 
Lalu makan kurma -hitungan ganjil- 1 atau 3 atau 5 
Lalu makan yg kita mau 
Kemudian hadapkan badan ke arah Ka’bah angkat tangan sebahu lalu berdoa
Setelah itu tunaikan shalat maghrib.

Wallahu'alam

2.2.18

Fiqih Ikhtilaf

Ada Khilaf, ada Ikhtilaf

Khilaf -> satu perbedaan yang cenderung melahirkan respon negatif pada umumnya atau bersumber (umumnya) pada sesuatu yang keliru / yang salah / yang tidak tepat.

Ikhtilaf -> umumnya tidak disebutkan dalam bahasa arab kecuali menunjuk pada perbedaan yang secara fitrah, alamiah, netral itu ada, untuk melahirkan harmoni dan keindahan dalam kehidupan.

Jadi adanya tujuan perbedaan ini itu fitrah dalam kehidupan/ditetapkan oleh Allah untuk menciptakan harmoni atau kenyamanan dalam kehidupan.

Ketika ulama memberikan judul tentang ikhtilaf membahas tentang perbedaan yang dimaksudkan adalah perbedaan dalam konteks ibadah atau tuntunan syari'at yang nampak kepada kita, menawarkan praktek ibadah yang beragam.

Disebut dengan fiqih Ikhtilaf ingin menyampaikan satu ilmu yang coba untuk dipahami tentang perbedaan-perbedaan dalam tuntunan ibadah yang ditujukan untuk memberikan kenyamanan dalam prakteknya.

Tujuan belajar fiqih Ikhtilaf :

1. Untuk memahami tuntunan Islam secara komprehensif
a. Satu dalil satu cara
Contoh : Adzan, ucapan takbirnya "Allahu Akbar"
b. Beragam dalil beragam cara
Contoh : Cara takbiratul Ihram, dsb

Untuk Menunjukkan kepada kita :
- Apa yang disepakati oleh Ulama
- Apa yang dipandang berbeda oleh Ulama

Kalau ada 1 ketentuan 1 dalil ini menunjukkan bahwa semua umat Islam bisa mengerjakan itu semua.

Misal : Cara Takbiratul Ihram --> cara bersedekap 

Baik sifatnya itu bacaan ataupun gerakan, jika sudah diajarkan dengan hal yang satu maka jangan coba-coba dicari yang berbeda, termasuk bacaan tidak usah diterjemahkan.

Sifat bacaan dalam syariat itu ada dua :

1. Mutlak
misal : Adzan, Ayat-ayat Al Qur'an
2. Iya : Logo isyariah : bahasa isyarat
misal : kalimat menyusun shaf

Ikhtilaf adalah Hal yang ditampilkan secara berbeda. Memiliki alternatif dalam proses penunaiannya dan dari sinilah kemudian ulama berbeda-beda dalam menentukan sikapnya.

Dari perbedaan-perbedaan ini sesungguhnya ditujukan kepada kita untuk menentukan mana yang paling mudah untuk kita kerjakan. Mengarahkan untuk kita bahwa dari gerakan yang berbeda ini atau bahkan bacaan yang berbeda tidak semua orang mengalami situasi yang sama sehingga diberikan alternatif untuk memilih mana yang paling sesuai dan selaras bagi pilihannya.

2. Untuk menentukan keselarasan dan kemudahan dalam ibadah

3. Menghindari perdebatan yang tidak manfaat dan cenderung melahirkan perpecahan.

Hadits "Orang yang sengaja meninggalkan perdebatan walaupun dirinya benar maka Allah akan membangunkan baginya istana di pinggir surga."

*nyontek dari catatan seorang ukhti

26.1.18

Kajian Singkat Ustadz Khalid Basalamah : Cobaan Yang Datang Pada Orang Beriman

Cobaan yang datang pada orang beriman :

1. Karena Allah ingin membersihkan orang tersebut dari dosanya yang lalu.
"Terdapat dosa-dosa yang tidak cukup dengan istighfar. Allah akan memberikan cobaan kepada orang itu dengan penyakit, maka dengan penyakit itu dihilangkan dosa-dosanya yang telah lalu." HR Imam Ahmad.
"Bila Allah cinta dengan seorang hamba, Allah akan mengujinya." HR Imam Muslim.

2. Meninggikan derajatnya (di surga)
"Seorang yang beriman diuji sampai tidak ada dosanya." HR Bukhari.
"Al jazaa'u min jinsi 'alal imaan" Balasan akan datang sesuai dengan kadar perbuatan (sabda Rasulullah) -> Muhasabah.
Tidak ada dosa yang tidak ada konsekuensinya. Dosa itu ibarat racun, tahu atau tidak tahu (bahwa kita telah melakukan dosa) tetap mematikan, tapi bila kita tahu bisa lebih cepat untuk menyadarinya.
"Tidak seorang muslim yang wudhu kemudian dia membasuh kedua tangannya kecuali jatuh dosa-dosanya ditetes air yang terakhir." HR Bukhari.

Note : Melakukan dosa dimulai dengan ketakutan, kekhawatiran dan diakhiri dengan penyesalan.

Wallahu a'lam bisshawab. 

19.1.18

Kajian Singkat Ustadz Adi Hidayat : Asal Mula Tahlilan

Ust. Adi Hidayat
Asal Mula Tahlilan

Wali Songo melihat tradisi orang Jawa pada saat itu yang menyikapi kematian dengan minum-minum atau mabuk-mabukkan ketika ada kematian lalu beliau merubah tradisi itu dengan membaca tahlil dsb di hari 1, 3, 7, 40 hari setelah kematian dan berharap nanti anak cucunya yang meluruskan hal ini. 

Ini adalah Ijtihad Wali Songo yang diqiyaskan dari ketika zaman Rasulullah dalam menghadapi orang-orang Arab yang masih sering mabuk.

Alasan Wali Songo adalah bahwa Islam tidak bisa serta merta melarang dengan keras karena akan ditinggalkan oleh penganutnya (saat itu), tapi hal ini bersifat darurat sehingga ketika kita sekarang tahu bahwa tahlil bukan sunnah Nabi maka kita tidak boleh melaksanakannya, seperti contoh bertayammum. Ketika sudah bertemu air maka tayammum menjadi tidak boleh.

Wallahu'alam.

12.1.18

Kajian Singkat Ustadz Adi Hidayat : Cukup Dengan Bismillah, Allah Janjikan Dua Hal

Ketika kita merasa diawasi oleh Allah maka Allah akan memberikan karunia yang tidak diberikan kepada orang yang tidak menghadirkan-Nya. Yaitu Ar Rahman dan Ar Rahim

Ar Rahman -> pemberian dunia yang tanpa batas.
Ar Rahim -> pemberian akhirat yang tanpa batas untuk muslim saja.

QS 7 : 96 Dibukakan keberkahan di langit dan di bumi.

Takwa dalam Al Qur'an disebut sebanyak 115 kali dan lawannya adalah Nafsu diulang sebanyak 115 kali juga, tetapi Nafsu berbeda dengan Setan, kalau setan yang penting maksiat kalau nafsu yang penting harus dapat, yang berbahaya ketika setan menunggangi nafsu.

> Orang yang menyertakan Allah akan dicukupkan keperluannya dengan kata lain ditekan keinginannya tidak pusing karena masalah dunia <

Takwa dibisikkan oleh Malaikat, kata Malaikat diulang sebanyak 88 kali.
Nafsu dibisikkan oleh Setan, kata Setan juga diulang sebanyak 88 kali.

Ketika kita menekan takwa maka nafsunya menjadi naik, segala diinginkan... uang sebanyak apa pun menjadi kurang. 

Oleh karena itu bekerjalah atau berusaha melakukan apa saja dengan Iman agar diberikan keberkahan.

Contoh : 
Perbedaan antara mengucapkan Bismillah dengan tidak adalah ketika minum air putih, bagi yang tidak baca Bismillah air itu hanya menutupi dahaga (keperluan dunia) tapi ketika dibacakan Bismillah setiap tegukannya mendatangkan pahala yang akan didapatnya di akhirat dan itulah yang disebut Ar Rahim.

5.1.18

Kajian Singkat Ustadz Adi Hidayat : Beda Muhammadiyah Dengan Salafi

Ust. Adi Hidayat
Beda Muhammadiyah Dengan Salafi.

Pertanyaan :  Apa beda Muhammadiyah dengan Salafi?

Jawab :

Muhammadiyah adalah ormas. Dakwah kultural dan pendidikan jadi bersifat sarana. Misi pertamanya adalah memperbaiki akhlak.

KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah 14 tahun sebelum KH Hasyim Ashari mendirikan NU. Setahun setelah KH Ahmad Dahlan wafat KH Hasyim Asyhari mendirikan NU dan menguatkan ajaran Islam saat itu. Mereka mempunyai guru yang sama dan berangkat ke Mekah sama-sama.

Muhammadiyah (berarti-pen) kembali kepada ajaran Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam karena saat itu masyarakat menyembah benda/hewan/kuburan. Maka untuk memudahkan didirikanlah ormas, misi pertamanya memperbaiki akidah, yang kedua agar lebih pintar agamanya.

Salafi bukan ormas. Asal katanya (adalah-pen) Manhaj yaitu sesuatu yang lampau/lalu.

Disebut dengan salaf untuk mengikuti yang dulu (Rasulullah yang hidup di zaman dulu).

Ditambah 'i' menunjukkan orang. Salafi bukan golongan atau kalangan tertentu karena semua orang adalah salafi, shalat mengikuti Rasulullah.

Sifat pengajaran Nabi :

1. Dalil                     2. Contoh

Misal : Cara meletakkan tangan di dada setelah Takbiratul Ihram ada 2 cara. Membaca Bismillah sebelum Al Fatihah ada 4 cara.

Kita boleh memilih di antara 1 tersebut dan pilihan itu disebut Madzhab.
 

Madzhab : Memilih 1 di antara cara ibadah Nabi. 
Manhaj : Cara atau arah yang menyambung kepada Nabi.

Yang menjadi persoalan ketika guru mengajarkan kepada masyarakat yang belum tahu diajarkan 1 cara saja sehingga kadang masyarakat bingung dan saling menuduh atau menyalahkan padahal hanya masalah khilafiyah saja karena kurang luasnya ilmu.

Wallahu'alam.