Quote Me Today

Musibah yang kamu rasakan hanya seujung kuku, nikmat yang kamu dapatkan seluas samudra.

18.12.11

Mempoligami Wanita Terbaik

Aku berharap ketika aku membaca lagi tulisanku ini di masa yang akan datang saat itu aku menggeleng dan menyadari kedangkalan ilmuku… hope so..

Kemarin baru saja chatting dengan seorang pria yang sudah menikah beberapa waktu, dia mengemukakan keinginannya untuk berpoligami.. Bukan karena istrinya tidak baik, bukan karena dia tidak mencintai istrinya, justru istrinya adalah manusia terbaik yang dia temui, tapi.. dia tetap ingin menikah lagi karena sampai detik ini mereka belum dikaruniai keturunan

Pria itu berkata bahwa sebelum mereka menikah istrinya ada keinginan untuk memberikannya banyak keturunan : 12 orang… what a number.. tapi sampai detik ini satupun belum ada, dan istrinya juga berkata bahwa dia siap di poligami

Poligami, pada hakekatnya aku fine-fine saja, even salut pada istri-istri yang dipoligami dan rukun sentosa.. “God Laws is the best Laws” semua orang yang percaya pada Tuhan tentu setuju kata-kata itu karena Sang Pencipta sangat tahu apa yang dibutuhkan ciptaanNya, jadi aku tidak mau mengutak atik hukumNya… tapi yang sangat menggelitikku adalah kata-kata sang suami “Istriku adalah wanita terbaik yang pernah aku temui” so…??? Lalu kenapa kamu masih mau menduakannya?? Aku bertanya kembali, dan ketika ia menjawab karena ia ingin cepat punya keturunan aku masih belum puas dengan jawaban itu.. menurutku di luaran sana banyak sekali pasutri yang belum dikaruniai keturunan lebih lama daripada mereka, tapi… pasutri yang lain itu –as I know- masih baik-baik saja hidupnya, masih bersama dan masih berusaha.. ada yang bahkan 24 tahun menikah baru dikaruniai keturunan “kalau aku harus menunggu 24 tahun berarti usiaku sudah 50 an tahun ketika aku punya anak” dia berkata lagi dan merasa saat itu bukanlah waktu yang baik untuk memiliki anak, bahkan jauh dari kategori maksimal  untuk membesarkan anak yang berkualitas

Tapi… entah kenapa batinku masih menolak argumennya… Sekali lagi ini bukan masalah poligami, ini lebih ke dia memiliki wanita terbaik tapi dia mau mencari wanita lain “terus nanti kalau kamu misalnya menikah lagi kamu hanya akan menganggap istri keduamu itu mesin pencetak anak?” well mungkin radar emansipasi wanitaku agak terusik dengan hal itu… “Ya tidaklah” jawabnya yakin…

Semua orang berhak memilih, semua orang berhak bahagia, dan semua orang berhak mengatakan TIDAK terhadap sesuatu yang mengganggu hati dan pikirannya, aku dengan segala keterbatasan ilmuku akan mengatakan TIDAK bila saat ini aku berada pada posisi yang ditanya “Maukah kamu aku poligami?”

Islam itu Indah, Islam itu menjungjung tinggi wanita, Islam itu relevan, Islam itu logika, Islam itu Rahmatan Lil 'Alamin.. tapi kadang manusia hanya mengambil potongan hukumnya sesuai dengan yang dia inginkan, lalu membuang potongan hukum lain yang sepertinya tidak mengakomodasi keinginannya... Ah sok tau sekali ya aku ini... maaf ya kalau perspektifku begitu dangkal.. 

But.. Once again, with all due respect.. aku tidak mengerti jalan pikiranmu wahai pria yang memiliki wanita terbaik, aku tidak mengerti kenapa kamu mau menduakan istrimu, tidak maukah kau sedikit lagi sabar menunggu?? Di mana harapan dan doamu itu?? Tidak adakah bayangan bahwa suatu waktu Allah akan memberikanmu bayi-bayi kembar yang lucu sebagai rekapan waktu tunggumu? Tidakkah kau berpikir mungkin ini adalah ujian kesetiaan cintamu?? Ahh manusia.. sungguh rumit jalan pikiranmu

NB : Note to my self to learn how to be Wanita Terbaik

8 comments:

  1. Apa? Kamu mau dipoligami??

    ReplyDelete
  2. saya mau dapat bidadari banyak, hehe . . .

    ReplyDelete
  3. Hmm yaaa memang poligami itu kembali pada wanita yang dipoligami. Kalau dia ikhlas, ya hukum Islamnya sah untuk poligami. Kalau dia bilang "ikhlas" tapi si lelaki tak bisa adil, tetap saja tidak sah untuk poligami. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hooh.. setuja.. eh btw selamat juga yaa masuk ke novelnya #cecintaan *berpelukaan

      Delete
  4. tiada balasan bagi wanita yang dipoligami selain surga, karena pada hakekatnya setiap hamba Allah yang mengalami penderitaan walau sedikitpun selain balasan surga...
    Mengapa begitu :
    1. Ridho Allah ada pada ridho suami(yang taat)
    2. Poligami adalah ketentuan hukum Allah, mengitkutinya berarti taat pada Allah
    3. Membela agama Allah, karena dengan keturunan dari suami yang shaleh maka sesungguhnya dia telah memperbanyak generasi-generasi Islam yang shaleh (Insya Allah), contoh kasus seperti Palestina, poligami adalah sesuatu yang sangat dianjurkan karena untuk menambah pasukan Islam dimasa mendatang, akankah kita menunggu diserang dahulu baru menyiapkan pasukan Islam dimasa datang, sedang genderang perang terhadap islam sudah didepan mata.Anda bisa bayangkan 300 pasukan yang syahid dalam 1 bulan deganti dengan 3000 kelahiran bayi-bayi palestina.
    4. Keadilan sosial, beberapa fakta menunjukan angka besarnya para janda yang menghidupi anak-anaknya dengan menjual harga dirinya secara tidak halal, dengan mengawininya berarti menciptakan keadilan ekonomi bagi suami-suami taat yang mampu menafkahinya.
    5. Bukankah rosul menyuruh kita mencintai anak yatim, menikahi ibunya adalah salah satu bentuk kepatuhan terhadap anjuran Rosul.
    6. Apakah anda tahu bahwa sebagian penghuni neraka sebagian besar adalah wanita, tidak tertutup kemungkinan salah satu sebabnya adalah dia tidak taat pada suami dan melarang niat baik suaminya untuk berpoligami, juga sekaligus melanggar hukum Allah dan anjuran Rosulnya.
    7. Mengurangi angka perzinahan
    8. Meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak yatim yang ditinggalkan ayahnya, dengan menikahi ibunya berarti seratus persen kebutuhan pendidikan agama dan sekolahnya menjadi tanggung jawab penuh ayah barunya
    9. Mengurangi angka pengangguran bagi ibu yang tidak memiliki penghasilan
    10.Meringankan beban pemerintah dan negara dalam hal memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar
    11. Mengaurangi kriminalitas, karena perzinahan menambah jumlah kriminal dan anak anak yang terlantar karena ditinggal ibunya mencari nafkah haram berarti menciptakan peluang besar bagi kejahatan.

    ReplyDelete
  5. Terima kasih atas penjelasannya yang gamblang :), sekali lagi saya bukannya tidak setuju dengan poligami, bukan

    ReplyDelete

leave ur track so i can visit u back :)