Quote Me Today

Wahai diri akan dibawa kemana kaki ini nanti? Ke arah onak berduri atau hamparan indah yang menyenangkan hati?

27.10.09

....FB...

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan bahkan jutaan pembaca dalam berita-berita media massa...

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi yang ditunggu-tunggu ...'siapa calon bapak si jabang bayi?'

Weleh-weleh, ,......mungkin kita bisa berkata; "ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi". Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih...... ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan bahkan jutaan orang saat ini sedang menikmati aktivitasnya [apapun] diketahui orang, dikomentarin orang bahkan [mohon maaf].. dilecehkan' orang. Dan lebih herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan,, .

Fenomena itu bernama FACEBOOK.

Setiap saat para facebooker meng-update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja, hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga atau rahasia menjadi kebanggaan di statusnya.

Mungkin beberapa contoh status facebook bisa diperhatikan dibawah ini:

Seorang wanita menuliskan "Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?"--- ---kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan "mau ditemanin? Dijamin puas deh..."

Seorang wanita lainnya menuliskan " Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:" kemudian komen2 nakal bermunculan. ..

Ada yang menulis "Bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....", ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya "Habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?'----langsung berpuluh2 komen datang.

Ada yang hanya menuliskan, "lagi bokek, kagak punya duit..."

Ada juga yang nulis " mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih" .

.... dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya yg tidak pantas dilakukan oleh seorang mukmin seperti kita.

Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada lagi yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitivitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru saja diupload dialbumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah-raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg ada didalam foto tersebut saat ini sudah berjilbab.

Ada seorang wanita meng-upload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....

Ada pula seorang pria meng-upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.

Rasanya hilang; apa yang telah diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah SWT...., yaitu Muhammad Rasulullah SAW kepada umatnya, seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah kita ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha

" Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?" maka Aisyah menjawab " wahai Rasulullah, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini". Rasulullah dengan senyum teduhnya berkata "baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini".

Jadi, tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah Rasulullah.

Ingatkah kita; Abdurrahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari Mekah ke Madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya,

maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukkan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Malu itu sebagian dari iman". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita, hegemoni `kesenangan semu' dan dibungkus dengan `persahabatan fatamorgana' ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita

"Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau." (HR. Bukhari).

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu. mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan `kesenangan' , `gurauan' membuat kehormatan kita luntur tak berbekas.

Beberapa orang sering dgn mudahnya meng-up date status mereka dgn kata-kata yg tidak jelas; entah apa tujuannya selain untuk numpang beken, cari perhatian dan pengin ada komen-komen dari lainnya".

> Dingin . . .

> B.E.T.E. . . .

> Kangen . .

> Puanass buaget neh !

> Arghhh .. . !!!!

> Gile tuh org !

> . . .

> Aku masih menanti . . .

etc....

Mari kita jaga martabat dan akhlaq kita sbg orang iman dg selalu menjaga segala sesuatu yg tdk pantas kita lakukan..

Semoga Allah memberikan selalu pencerahan iman untuk kita smua, amien.

Alhamdulillahi jazaa kumullahu khoiron.

22.10.09

Tangis ku tuk Palestin

Tak trasa air mata ini mngalir
Ktika hari ini ku kembali mnyaksikan kejahatan di bumi-Mu Ya Rabb
Palestina yang selalu di gempur
Palestina yang selalu teraniaya
Palestina yang selalu menderita

Aku bertanya
Kenapa Ya Allah?
Kenapa harus ada bangsa yang bernama Israel?
Kenapa harus ada orang-orang yang sejahat Yahudi?

Ya Allah
Tidak bisa ku melakukan apa-apa
Kecuali meminta dalam doa
Berikan kemuliaan untuk Palestina
Berikan ketabahan dan keimanan untuk warganya
Berikan cinta dan keberkahan-Mu Ya Rabb
Aku memohon kepada-Mu
Aku memohon dengan segenap hatiku
Amin Ya Rabbal Alamin


Fri Jan 2, 2009 11:52 am

Korelasi Fenomena Samson dan Delila di Zaman ini

Alkisah disuatu kerajaan yang besar, hiduplah seorang pahlawan yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat dan penguasa negeri. Samson, seorang yang taat dalam beribadah, yang dengan keteguhan dan ketegaran imannya dalam doa2 yang panjang memohon kekuatan kepada Allah, telah memunculkan kekuatan tiada banding dalam setiap peperangan.

Pertempuran demi pertempuran berujung dengan kejayaan, musuh dipukul mundur dan kucar kacir setelah Samson dengan gagah mengalahkan para algojo berbadan raksasa dan bermuka bengis yang menjadi sandaran semangat pasukan mereka.

Tahun demi tahun kejayaan terus terukir sehingga Samson benar2 jadi kebanggaan raja dan rakyat, hingga suatu ketika tibalah saatnya pertempuran dengan suatu negeri yang terkenal dengan kefasikan dan keingkaran mereka terhadap Allah.

Di kerajaan itu terdapat seorang putri yang cantik jelita, Delila, yang dengan cerdik ingin mendekati Samson sebagai muslihat sebelum pertempuran dimulai.
Singkat cerita, dengan tipu muslihatnya akhirnya jatuhlah Samson yang gagah perkasa, taat beribadah, ke dalam perangkap rayuan Delila. Mereka melakukan hubungan terlarang yang selama ini sangat dijauhi Samson. Bahkan Delila sempat mencabut tiga helai rambut dari ubun2 Samson.

Ketika pertempuran terjadi, terlihatlah Samson yang terhuyung2 menghadapi serangan musuhnya, seakan kekuatannya hilang seketika. Sehingga akhirnya Samson dan pasukannyapun kalah dan bertekuk lutut pada musuhnya.

Cerita diatas mungkin sudah sering dan sangat familiar bagi kebanyakan kita, tapi fenomena ini sering terjadi berulang dalam kisah hidup manusia dari zaman ke zaman. Dimana seorang yang gagah perkasa dan tiada tandingnya, akhirnya jatuh bertekuk lutut `di sudut kerling wanita´ - meminjam bait lagu Sabda Alam yang termasyhur.
Benarlah apabila nabi mengatakan bahwa `wanita adalah tiang negara/rumah tangga, kalau baik wanitanya maka baik dan selamatlah negara/rumah tangga itu, sebaliknya kalau buruk moral wanitanya, maka kehancuran negara/rumah tangga itu sesungguhnya sudah di depan mata ... hanya soal waktu saja´

Sebagai contoh, tersebutlah seorang pejabat yang terkenal berperilaku terpuji dan menjadi panutan masyarakat. Semenjak awal meniti karir di pemerintahan selalu menjadi teladan dan mendapat penghargaan sebagai tokoh yang `bersih´ dan jauh dari KKN. Mendapat penghargaan camat terbaik se-propinsi, sebelum akhirnya dipromosikan menjadi bupati.

Mendapat penghargaan sebagai bupati teladan, sampai akhirnya dipromosikan menjadi walikota.

Pada saat itulah, sang istri mulai menggerogoti keteguhan hati sang pejabat untuk mulai berbuat sesuatu yang menyimpang. "Masa kita hidup sederhana terus sih Pa ? mama kan juga mau jalan2 ke luar negeri bersama ibu2 yang lain. Belanja di Singapur. Jalan2 ke Eropa. Anak2 juga perlu dibeliin kendaraan yang bagus"
"Iya Ma. Tapi kan kita bisa menabung dulu, nanti kalau uangnya cukup mama juga boleh jalan2 keluar negeri"
"Nanti kapan sih Pa ? Nunggu Papa pensiun ?" tanya istrinya sengit."Sekarang waktunya Pa ! Mumpung Papa ada kedudukan yang enak, posisi yang bagus, kan tinggal diatur saja sama para pengusaha itu. Supaya papa bisa membantu meloloskan kemauan mereka dan papa dapat imbalan yang besar"

Sehingga keteguhan prinsip dan iman si pejabatpun akhirnya runtuh oleh bujuk rayu istrinya sendiri, dan terjadilah korupsi demi korupsi yang awalnya dilakukan dengan takut2 tapi lama kelamaan menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Uang haram dari `mencuri´ uang negara, dipakai untuk menghidupi keluarga, sehingga mengalirlah darah2 ditubuh mereka sekeluarga membawa sari makanan dan minuman haram karna dibeli dengan uang yang haram. Mereka lupa bahwa tubuh manusia sesungguhnya diciptakan Allah dalam keadaan yang sebaik2nya dan hanya menerima sesuatu yang baik (halal dan baik) masuk kedalamnya.

Kalau tubuh dipaksa memakan dan meminum yang haram, maka penolakan dari tubuh akan menunjukkan dampaknya yang sangat buruk bahkan seringkali fatal....dan itu hanya soal waktu.

Jangan heran kalau pada saat mendekati pensiun, si pejabat mulai menuai hasil `makan makanan haram´ yang jadi kebiasaannya. Anak lelakinya meninggal karna OD, anak perempuannya hamil di luar nikah dan tidak ketahuan siapa yang akan bertanggung jawab untuk menikahinya.

Pada saat mengalami depresi yang berat, dokter memvonis si pejabat yang sudah pensiun mengalami komplikasi kesehatan dan gagal ginjal yang mengharuskan pengobatan intensif di rumah sakit luar negeri. Dialisis atau cuci darah setiap minggu harus dijalani dengan biaya yang tidak sedikit.

Kemalangan kembali menghampiri ketika istrinya yang depresi terkena stroke dan perlu perawatan intensif juga. Perlahan kekayaan yang dia kumpulkan bertahun2 berangsur2 habis untuk membiayai pengobatan. Dirumah mereka yang besar, hidup mereka justru bergantung pada kemurahan hati orang lain yang merawat mereka. Segala fasilitas mewah justru akhirnya para pembantu merekalah yang menikmati, sementara mereka melewati waktu2 mereka dengan melawan penyakit.

Seorang pejabat tinggi negara yang dijebak dengan perempuan, juga menjadi contoh lain bagaimana besarnya andil wanita dalam menentukan haluan kehidupan umat manusia.
Alangkah beruntungnya rumah tangga dan negara yang dipenuhi wanita yang baik.
Saya jadi ingat seorang kerabat yang tersenyum tulus berbias bahagia ketika dia menceritakan tentang keluarganya. "Saya benar2 merasakan jadi raja sekarang, karna istri saya benar2 jadi ratu yang bisa menempatkan diri dan bijak dalam mengatur internal rumahtangga saya. Figur hebat dan perkasa dengan multifungsinya. ..seorang istri, seorang teman berkeluh kesah, seorang ibu, seorang luar biasa yang dikaruniakan Allah dalam hidup saya ... yang melahirkan dan mendidik anak2 saya dengan akhlak budi pekerti yang mulia ... sosok yang berhak untuk sorga di dunia maupun di akhirat"

Ah ... semoga wanita2 di negeri ini menjadi wanita seperti istri kerabat saya, bukan menjadi Delila yang menjadi `musuh dalam selimut´ bagi Samson, untuk kemudian membawa semuanya pada kehancuran.(inc. me)