Quote Me Today

Wahai diri akan dibawa kemana kaki ini nanti? Ke arah onak berduri atau hamparan indah yang menyenangkan hati?

13.5.18

Tabligh Akbar Masjid Istiqlal 10 Mei 2018 dengan tema Air Mata Ramadhan (lanjutan III)

Ustadz Syafiq Riza Basalamah

Apa yang harus dilakukan menjelang Ramadhan? 
Sebagian orang berdziarah kubur di mana dziarah kubur dianjurkan oleh Rasulullah (tetapi tidak terbatas hanya ketika akan menjelang Ramadhan atau hari raya Idul Fitri), dziarah kubur dapat melembutkan hati, membuat air mata menetes dan mengingat akhirat.

Ramadhan datang untuk menguji kecerdasan seseorang. Orang bodohlah yang ketika Ramadhan berlalu tetapi tidak diampuni dosa-dosanya. Orang yang tidak mendapat Lailatul Qadr adalah orang yang dihalangi dari segala kebaikan.

Camkan pada diri bahwa Allah tidak membutuhkan ibadah kita. Allah mensyariatkan Ramadhan agar kita tidak terbebani dengan dunia dan menyadari bahwa manusia hidup dalam control Allah, tidak hanya hidup dengan nafsunya saja.

Hal yang harus diobati menjelang Ramadhan :
  • Hati yang lalai dan akal yang kabur
Banyak yang berteori tetapi tidak melakukannya karena akal tersandera dengan materi. 

Persiapannya: 
  1. Perasaan (analoginya ketika ingin bertemu dengan seseorang yang dinanti-nanti).
  2. Rohani (diniatkan) - Hadits Rasulullah "Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosanya".
  3. Akal (ilmunya disiapkan, hukumnya, adabnya, sunnahnya, dsb nya).
  4. Fisik (melatih sebelum bulan Ramadhan dengan cara memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya'ban).
  • Dosa (yang harus ditinggalkan) 
Banyak yang beribadah tetapi tidak menikmati karena dosa yang dilakukan, maka sebelum Ramadhan banyak-banyaklah beristighfar.
  • Dendam, dengki dan hasad (yang harus ditinggalkan)
Semua hamba yang tidak melakukan kesyirikan maka diampuni dosanya kecuali masih ada dendam, dsb.nya sehingga amal ibadahnya ditangguhkan sampai saling bermaafan.

~Wallahu'alam bishawab~

Tabligh Akbar Masjid Istiqlal 10 Mei 2018 dengan tema Air Mata Ramadhan (lanjutan II)

Ustadz Sufyan Baswedan

Muqadimah
  • Ulama salaf tidak meriwayatkan suatu hadits sampai mereka tahu kesahihan hadits tersebut.
  • Ada juga hadits yang belum pasti kesahihannya tetapi diriwayatkan ulama karena dinilai ada fadhilahnya namun tidak berkaitan dengan halal haramnya sesuatu.
  • Ada juga ulama yang mencatat semua hadits tapi belum tahu kedudukan hadits tersebut (jadi agak longgar karena mereka memang hanya mengumpulkan apa yang mereka dengar dan biarlah orang lain yang meneliti sendiri hadits tersebut).
  • Orang yang menyebarluaskan hadits palsu itu mendapat dosa besar.
Jangan terperdaya dengan broadcast seperti di bawah ini, karena bisa jadi hadits palsu; 
  • Share ini maka ribuan orang bershalawat, jangan berhenti di anda, dsb...
  • Lakukan ini sekian kali di pagi hari maka kamu akan mendapat...

Hati-hati jangan mudah menisbatkan pada Rasulullah karena Rasulullah mengancam penisbatan ucapan padahal Rasulullah tidak mengucapkannya, "maka ambil tempatlah di neraka", bahkan ada ulama yang memurtadkan orang-orang yang menyebarkan hadits palsu.


Hadits palsu atau lemah terkait Ramadhan 
 
Contoh hadits palsu atau lemah yang lain misalnya:
  • Doa malaikat Jibril yang diaminkan Rasulullah 
Hadits bermaafan (yang sering di broadcast menjelang bulan Ramadhan) merupakan salah satu contoh hadits palsu yang ternyata di Timur Tengah pun tidak ada, dengan kata lain hadits ini bisa jadi buatan masyarakat Indonesia. Kesimpulannya adalah bahasa Arab nya saja tidak ada apalagi sanadnya. Ini merupakan hadits yang bathil dan matannya munkar.
  • Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. 
Hadits ini dinilai dhaif, tetapi sebenarnya maknanya bisa benar apabila tidurnya itu diniatkan untuk mengumpulkan stamina agar ketika malam tiba ibadahnya dapat lebih maksimal, bukan orang yang berpuasa lalu tidur sepanjang hari dengan dalih tidurnya itu adalah ibadah. Jadi semua itu kembali kepada niatnya.
  • Hadits 10 hari pertama adalah rahmat, 10 hari kedua adalah ampunan, dsb
Hadits ini merupakan hadits yang bathil, tidak ada asal usulnya. Bahkan ada yang mengatakan hadits ini munkar dan ada juga yang mengatakan ma'udhu.
  •  Hadits tentang ghibah membatalkan puasa
Contohnya : 1) 2 orang yang sedang berbekam sekaligus mengghibah orang lain maka Rasulullah berkata bahwa puasa kedua orang tersebut batal, 2) seorang wanita diperintahkan untuk memuntahkan isi perutnya karena berghibah maka keluarlah nanah, darah dan daging segar, 3) dll.

Bukan berarti ghibah itu diperbolehkan tetapi kita dapat mengambil rujukan dari hadits yang shahih bukan hadits seperti di atas.
  • Hadits palsu tentang Namimah, ghibah, melihat lawan jenis dengan syahwat, sumpah palsu dapat membatalkan puasa.

Note: Salah satu indikator hadits palsu adalah berlebihan (pahala besar dan diperinci dari ibadah kecil).

Tabligh Akbar Masjid Istiqlal 10 Mei 2018 dengan tema Air Mata Ramadhan (I)

Kajian menyambut bulan Ramadhan ini diisi oleh Ustadz  Firanda Andirja, Ustadz DR Sufyan Baswedan dan Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah. 

Saya akan mencoba merangkumnya sesuai kemampuan saya ya, kalau ada salah tulis mohon dimaafken 😊 *sambil mata keliyep-keliyep menahan kantuk😬*.

Ustadz Firanda Andirja
  • "Seluruh amalan umat Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, itu untukku." Merupakan hadits Qudsi yang menyatakan kedudukan puasa di bulan Ramadhan.
  • Ibadah yang semakin ikhlas dan tidak terlihat oleh orang lain maka semakin special di sisi Allah.
  • Kapankah 1 Ramadhan? Kaidahnya adalah "keyakinan itu tidak bisa dihilangkan dengan keraguan, hanya bisa dihilangkan dengan keyakinan (lain)", maka itu Rasulullah melarang kita berpuasa 1 atau 2 hari sebelum Ramadhan (dikhawatirkan waktu-waktu tersebut sudah masuk bulan Ramadhan). Karenanya pastikan dulu apakah hilal sudah terlihat apa belum sebagai bentuk untuk meyakinkan bahwa bulan Ramadhan sudah datang, namun jika hilal belum terlihat maka genapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari (sebagai bentuk meyakinkan yang lain).
  • Niat puasa Ramadhan dilakukan sejak malam hari, "Barangsiapa tidak berniat pada malam hari maka tidak ada puasa baginya." Hadits ini hanya berlaku untuk puasa wajib bukan puasa sunnah. Perbedaannya : Puasa wajib berniat di malam hari dan tidak boleh berbuka di siang hari sedangkan Puasa sunnah boleh berniat di pagi/siang hari (selama belum makan/minum) dan boleh berbuka puasa di siang hari. Hal ini pernah dicontohkan Rasulullah dan beberapa sahabat radiallahu anhuma.
  • Bolehkah berniat puasa untuk sebulan penuh? Terjadi ikhtilaf di antara para ulama tapi sebaiknya setiap hari kita berniat berpuasa karena 1 hari itu berdiri sendiri tidak berkaitan dengan hari lain.
  • Sahur sebaiknya dilakukan menjelang subuh. Apabila kita sahur pada jam 1 malam, misalnya, maka itu tidak termasuk sahur. Terdapat hadits yang menjelaskan bahwa Rasulullah setelah selesai sahur langsung menuju masjid untuk shalat dan jaraknya itu sekitar 50 ayat atau sekitar 15 menit saja. Hadits lain menyatakan bahwa Bilal mengumandangkan adzan pertama maka makanlah sahur lalu Imam Ummi Maktum adzan yang kedua dan saat itulah baru selesai sahur lalu menuju shalat subuh.
  • Selain memberikan makanan berbuka puasa, memberikan makanan sahur pun berpahala karena para sahabat radiallahu anhuma pun sahur bersama Rasulullah.
  • Kesalahan saat ini yaitu sebelum imsak atau ketika imsak kita berhenti sahur (padahal saat itulah harusnya menjadi waktu yang lebih tepat untuk sahur apabila kita merujuk pada hadits-hadits di atas).
  • Hadits yang masih ditakwil oleh para ulama adalah apabila adzan sudah dikumandangkan tetapi masih memegang gelas minuman/makanan boleh dilanjutkan sahurnya. Hal ini dibolehkan ketika kita ragu apakah masih boleh makan dan minum tetapi apabila kita sudah mengetahui jadwal adzan subuh maka hadits yang masih ditakwil tadi tidak berlaku.
  • Batalnya puasa dikarenakan makan, minum atau berjima. Kecuali ia lupa maka boleh melanjutkan puasanya.
  • Adab berbuka yaitu a) Buka segera (contohnya ketika berada di pantai lalu matahari sudah terlihat tenggelam maka boleh berbuka tanpa harus menunggu adzan) b) niat berbuka c) berdoa, karena saat itu rahmat Allah sedang turun.
  • Adab tarawih seperti jumlah rakaatnya tidak terbatas (pendapat jumhur ulama/4 madzhab/ijma salaf). Ibnu Taimiyyah berkata "Barangsiapa yang menyangka bahwa tarawih ada batasan rakaatnya maka dia salah."
  • Tidak ada 2 witir dalam 1 malam.

4.5.18

Cara Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Rasulullah

Oleh Ust. Oemar Mita

Mendengar adzan (tidak perlu sampai selesai cukup ketika “Allahu Akbar…”) 
Membaca Bismillah lalu minum seteguk atau dua teguk air 
Lalu membaca doa berbuka puasa “Dzahabazh Zama’u, Wabtalatil ‘Uruuqu wa Tsabatal Ajru, In syaa Allah” 
Lalu makan kurma -hitungan ganjil- 1 atau 3 atau 5 
Lalu makan yg kita mau 
Kemudian hadapkan badan ke arah Ka’bah angkat tangan sebahu lalu berdoa
Setelah itu tunaikan shalat maghrib.

Wallahu'alam