8.3.12

Dalam Dekapan Ukhuwah

Sebatang Pohon Kurma
.........
Imam At-Tirmidzi mungkin tak menduga bahwa kalimat ringkas yang beliau gunakan sebagai judul sebuah bab dalam kitab Sunan-nya itu, kini menjadi sebuah mahfuzat terkenal untuk menggambarkan sifat iman. Kalimatnya berbunyi "Al Iimanu yaziidu wa yanqush" Iman itu bertambah dan berkurang, naik dan turun. "Yaziidu bith thaa'ah, wa yanqushu bil ma'shiyah". Bertambah oleh sebab ketaatan dan berkurang karena kedurhakaan.

Itulah para ulama yang ahli hikmah, merumuskan hal yang rumit menjadi kalimat yang pendek dan sederhana, namun begitu kaya dan penuh makna. 
.........
Kita memahami bahwa iman adalah sesosok rasa yang hidup dalam hati, ia bisa disuburkan, dikokohkan, dirindangkan. Namun jika lalai jadilah ia kering, layu, bahkan mati. 

Yakinlah, dan pejamkan Mata!
Dia seorang Dokter. Myriam Horsten namanya. Bertahun-tahun dia tekuni bidang khusus kesehatan jantung. 
.........
Justru orang-orang yang lemah jantungnya ini adalah orang-orang yang tinggal menyendiri dengan tentram, jarang menghadapi persoalan pelik kehidupan, dan mereka menjalani hari-harinya dalam kemapanan, nyaris tanpa gejolak dan tantangan. Ritme kehidupan mereka linear datar.
.........
Jadi bagaimana caranya menguatkan jantung kita? "Gampang" kata Myriam Horsten. "Perbanyaklah hubungan dengan sesama, perkaya getar-getar emosi bersama mereka, lakukan hal-hal yang variatif dalam kehidupan, dan cobalah tantangan-tantangan baru!" Jadi benar, selain meluaskan rizki, silaturahim memanjangkan umur bahkan dalam maknanya yang paling lugas.

Terhubung ke Langit
.........
Maka parade sejarah terhubungnya langit dan bumi itu membentang panjang. Mulai dari Nuh yang tak jemu-jemu menyeru kaumnya selama 500 tahun. Ibrahim yang menebas keberhalaan dengan kapak kecerdasan, menginsyafkan para penyembah bintang, rembulan dan matahari dengan bahasa lembut. Lalu Musa dengan lika liku perjalanan hidupnya. lalu Isa dengan pernak pernik kisahnya. Lalu Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam.
Salah satu mata rantai dari para pengibar bendera Tauhid di pentas sejarah itu adalah Yunus 'Alaihis Salaam

Awang-awang
.........
Merasa diri paling baik adalah tanah paling gersang dan lahan paling tandus bagi pohon iman. Seiring itu, benih persaudaraan hampir mustahil bisa tumbuh disana. Merasa diri paling baik dibanding yang lain adalah penghalang terbesar dalam menjalin hubungan baik dengan sesama.
.........
Sifat sombong adalah hal yang paling dibenci di langit maupun di bumi. 
.........
Sombong adalah ibu dari segala kejahatan dan kehancuran 


YYYYY

NF.. lagi ngapain sih?? (˘,˘)--c<ˇ_ˇ)
Hehe.. ngga ngapa-ngapain, cuma sedikit menulis penggalan dari buku yang sedang aku baca. Judulnya Dalam Dekapan Ukhuwah  



4 comments:

  1. kayaknya bagus deh yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bagus, Ust. Salim jg dalam berdakwah tidak frontal and memaksa. Bahasanya penuh kelembutan dan welas asih :)

      Delete
  2. Penggalan intisari dari buku tersebut bagus mb :)
    Jadi pengen beli...
    Nice sharing :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus Mba Irda, Bahasanya benar2 mengalun ;)

      Delete

leave ur track so i can visit u back :)

Friends *ThankU ;)