Quote Me Today

Musibah yang kamu rasakan hanya seujung kuku, nikmat yang kamu dapatkan seluas samudra.

12.1.12

#FF "HALO, SIAPA NAMAMU?"

Akhirnyaa aku punya rumah juga, Mita membuka gerendel pagar yang belum terpasang dengan sempurna. Setelah melihat ke kanan dan ke kiri, ia menyebrang jalan dan memandangi rumahnya. Rumah model minimalis dengan pohon mangga di area depan membuat rumah menjadi lebih teduh. Hmm untung aku tidak membuang pohon itu, jadi tidak hilang kesempatanku untuk makan mangga setiap hari. Semoga tidak ada ulet bulu dan hama lainnya. Ia bergumam lagi.

Ia teringat bagaimana ia agak sedikit berjuang untuk mendapatkan rumah tersebut. Dengan tertatih-tatih ia mengumpulkan uang untuk membelinya, dan sekaligus memugarnya. Beruntung bangunan awal rumah itu sudah kuno dan orang yang menjualpun sedang membutuhkan uang, sehingga ia dapat membeli rumah itu dengan harga yang cukup miring.

Lamunannya buyar ketika melihat seorang anak perempuan lewat didepannya. Anak kecil berumur kira-kira 5 tahun dengan mengenakan seragam yang diduga Mita sebagai seragam PAUD itu berjalan sendirian. Ia menenteng kantong plastik berwarna hitam, kantong keresek seperti ibu-ibu yang berbelanja di pasar tradisional. Ia berjalan melewati Mita dengan langkah cepat. Mita sampai harus memundurkan posisi berdirinya agar tidak ditabrak anak itu.

Keesokan harinya pada jam yang sama
“Biikk, aku berangkat dulu ya. Jangan lupa kunci pintu” Mita membuka pagar dan mengeluarkan sepeda motornya, setelah cuti tiga hari karena membereskan rumah hari ini ia mulai kembali bekerja
Dan ia kembali bertemu anak perempuan itu. Masih dengan kantong keresek yang sama dan langkah yang seperti diburu waktu. Pelan-pelan ia melajukan motornya, jiwa ingin tahunya muncul. Dimana PAUD nya?
Oooo disini ternyata, setelah melewati tikungan ia melihat bocah itu memasuki sebuah rumah yang bertuliskan “PAUD Khalifah”

Tidak terasa sudah dua minggu disetiap hari kerja ia bertemu bocah itu. Kini sang bocah mulai melihatnya, tersenyum. Sikap ramah itu disambut Mita dengan sapaan “Hei, mau sekolah yah?” Ia mengangguk “Mau aku bonceng?” dengan perlahan ia mengajukan penawaran, ia tidak ingin anak itu salah pengertian lalu takut kepadanya. Sang bocah diam sesaat, nafasnya memburu kelelahan lalu tanpa disangka-sangka ia mengangguk. Dan sejak saat itu Mita selalu mengantarkannya ke PAUD

Hari ini Mita libur, jadi ia menawarkan diri untuk mengantar anak itu pulang, ia ingin lebih mengenal anak itu. Baginya anak itu misteri bahkan sampai detik ini ia belum tahu nama anak itu. Si pendiam, Mita menjulukinya

Dan disinilah Mita, diantara rumah kardus yang berada di kolong tol belakang komplek rumahnya. Anak itu berlari ke dalam salah satu rumah kardus. Mita mengikuti, matanya beradu pandang dengan seorang pria yang sedang mengelap botol-botol bekas dan seorang wanita yang menyodorkan pakaian ke Si pendiam.

Setelah berganti pakaian, anak itu menghampiri Mita. Mita tidak tahu harus berkata apa, yang keluar dari mulutnya hanya “Siapa Namamu?”

#15HariNgeblogFF

4 comments:

  1. cerpen yang menarik... ternyata si anak kecil itu...

    ReplyDelete
  2. ternyata apa hayoo.. hehe

    ReplyDelete
  3. Cerpen yg bagus,...
    Kenalin, nama saya Kaget *halah* :D

    ReplyDelete
  4. Wah namanya mengagetkan :D

    ReplyDelete

leave ur track so i can visit u back :)