2.2.12

Mencari uang dengan menebar Paku.

 Akan tiba suatu masa di mana orang tidak peduli lagi terhadap apa yang ia peroleh, apakah haram atau halal. (HR Bukhari)

Sekali lagi... melewati jalan itu, sambil berharap tidak akan terjadi apa-apa.. tapi ternyata jalan itu masih ada apa-apanya. Ya.. masih ada paku yang bertebaran untuk mencari mangsa.

pict from here
Apa ya yang ada dalam pikiran si penebar paku itu? Cuma keuntungan agar jasa tambal bannya laku kah? Tidak pernah kah terpikir oleh mereka bahwa aksi mereka itu dapat menimbulkan bahaya? si pengendara yang ban motornya tertancap paku akan terjatuh lalu tertabrak oleh pengendara lain? Bagaimana kalau tertancapnya di malam buta tanpa ada satu pun jasa tambal ban yang masih buka?

Geram? Pasti..  

"Keterlaluan, setiap melewati rel kereta api di daerah Ancol pasti begini!!" <- cuma bisa menggerutu

Tapi setelah itu jadi 'mengasihani' mereka yang menebar paku. Sudah hilangkah rasa empati kepada orang lain sampai tega melakukan itu? Kalau mereka sudah berkeluarga itu sama saja mereka memberi makan anak istrinya dengan uang yang tidak benar. Hfff pejabatnya korup rakyatnya penjahat. 


Setelah emosi mereda saya cuma bisa mendoakan semoga mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah SANGAT merugikan orang lain. Padahal sebaik-baik manusia adalah Manusia yang memberikan Manfaat, bukan Mudharat. 

Baiklah mari ganti ban dengan ban tubbles -just in case-

Wassalamu'alaikum.

2 comments:

  1. semua sebab akibat ya mba
    pas banget, pejabatnyakorup rakyatnya penjahat
    karena kita masih jadi rakyat, semoga kita tidak termasuk dalam golongan rakyat yang korup itu yak :)

    ReplyDelete
  2. hehe iya mudah2an yaa Aamiin :)

    ReplyDelete

leave ur track so i can visit u back :)

Friends *ThankU ;)