Quote Me Today

Musibah yang kamu rasakan hanya seujung kuku, nikmat yang kamu dapatkan seluas samudra.

8.3.13

Cinta tersembunyi

Ketika Kampung Fiksi memberikan tema #cecintaan, aku mengirimkan satu cerita dengan tema yang tidak biasa aku buat, berharap agar cerpenku diterima *dan memang diterima*, seperti ini :
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴

 
Aku aneh? Kamu mengatakan aku aneh karena masih mengejarmu, masih merindukan sosokmu padahal sering kali kamu menyakitiku? Ini bukan keanehan tapi ini cinta tanpa syarat.

Ya aku mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Aku membiarkan engkau bersenang-senang dengan duniamu karena aku yakin ada waktunya dimana kau kembali kepadaku. Dan kau selalu begitu.

Aku ingat ketika kau bertengkar dengan suamimu, kau menangis lalu kau akan mencariku. Menumpahkan semua kekesalanmu.. Dan aku akan mendengarkan segala curahan hatimu. Aku diam tidak menyela. Lalu setelah kau selesai melepaskan semua keluh kesahmu aku akan memberikan masukan. Aku menuntun kau kembali ke sisi suamimu. Karena aku tahu yang terbaik menurutmu adalah bersamanya.

Juwitaku.. Hari ini aku menapak tilasi perjalanan cinta kita. Aku menghentikan mobil
di trotoar tempat kau menungguku, aku makan di restoran tempat kita pernah makan bersama. Aku menutup mataku untuk membayangkan kau ada dihadapanku, memainkan makananmu dengan garpu. Ah kamu yang selalu banyak memesan tapi tidak menghabiskan selalu saja melimpahkan semua makanan kepadaku. Aku tempat sampahmu.

Bayanganmu pun begitu terasa ketika aku duduk di taman ini. Kamu tersenyum menatap awan yang dihiasi layang-layang. Lesung pipimu itu.. Selalu membuatku gemas. Ingin sekali aku mencubit dan merengkuhmu dalam pelukanku, tapi aku sadar kita tak bisa melakukan itu. Aku hanya ‘sephia’ bagimu, tidak akan pernah naik tingkat.

"Sayang, kamu kemana saja. Kenapa menghilang?"
"Mas.. Aku.. Kita hentikan saja ya semua ini."
Suatu hari kau berkata seperti itu, aku tidak kaget karena setiap kali hubunganmu dengan suami membaik, kamu akan meninggalkanku, dan seperti biasa aku mengalah.

Tapi.. Mengertilah bahwa aku juga memiliki hati, hati yang pernah kau isi dengan cinta. Bagaimana mungkin aku melupakan semua kebaikanmu begitu saja.. Aku tidak bisa karena bagiku kau sangat istimewa.

"Aku mau cerita" benarkan yang aku bilang, kamu akan mencariku.. lagi.
"Cerita apa sayang."
"Hfff sayang laagi, kan sudah aku bilang tidak usah memanggil aku dengan 'sayang'."
"Hehee iya deh maaf, keceplosan. Memang mau cerita apa?."
"Eee.. Tapi kamu jangan marah ya."
"Tidak, memangnya ada apa?"
"Kemarin.. Aku bertemu Doni."

Doni? Aku benci nama itu, aku benci dengan Doni. Sudah cukup aku bersaing dengan suamimu sayang, aku tidak perlu Doni diantara kita.
"Terus?" Aku tahan kegeramanku.
"Terus.. Kita makan dan nonton di bioskop."
Aku memukul meja, kutumpahkan kekesalanku di meja kerjaku. Kau tidak tahu itu sayang karena kita hanya chatting, kau tidak tahu bagaimana kesalnya aku. Aku cemburu!!!.
"Kenapa sih harus pergi dengan dia? Memang tidak ada teman wanita yang menemanimu ketika suamimu di luar kota?"

Aku berusaha menahan emosi tetapi aku terlalu kecewa kepadamu.

"Yaa bagaimana ya, dia tiba-tiba menelponku dan mengatakan kalau dia sedang berada di dekat kantorku. Teruus.. Dia mengajak aku bertemu setelah jam kantor usai."

Aku tidak memperpanjang persoalan karena aku tahu kalau perdebatan ini akan berakhir dengan kamu yang balik marah dan menjauh dariku. I know you so well sayang, you always do that.

Aku memang sering sakit hati oleh tingkahmu tapi.. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Αda ruang dalam hatiku yang hanya bisa diisi olehmu.

"Kerajaan hatiku milik suamiku, tapi ada satu kastil yang aku siapkan untukmu."
"Benarkah?" Aku bahagia sekali mendengarnya.
"Benar, kastil yang tersembunyi. Tempat kita bertemu. Kastil itu hangat.. Aku senang berlama-lama disana" kamu melanjutkan kata-katamu.
Masih adakah kastil itu saat ini sayang? Bolehkah aku memasukinya kembali?

"Kamu remove aku dari facebook? Kenapa?" Kamu menegurku setelah lama membuangku.
"Aku sedang mencoba melupakanmu."
"Oh begitu, ya sudah. Baguslah!"
Aku menangkap ada kesinisan dalam kata-katamu.
"Tapi aku tidak bisa. Aku.. Rindu" tiba-tiba kerinduan mengisi relung sanubariku.
"Untuk apa merindukanku!?"

Kamu selalu begitu sayang. Mengintimidasi aku dengan sikapmu. Tetapi justru hal itu yang membuatku tidak bisa melupakanmu. Aku pun menyiapkan sebuah ruangan di dalam hatiku. Ruangan yang hanya bisa diisi olehmu, tidak ada yang dapat menggantikan tempatmu, termasuk istri dan anak-anakku.
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷

No comments:

Post a Comment

leave ur track so i can visit u back :)