Quote Me Today

Musibah yang kamu rasakan hanya seujung kuku, nikmat yang kamu dapatkan seluas samudra.

22.10.09

Korelasi Fenomena Samson dan Delila di Zaman ini

Alkisah disuatu kerajaan yang besar, hiduplah seorang pahlawan yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat dan penguasa negeri. Samson, seorang yang taat dalam beribadah, yang dengan keteguhan dan ketegaran imannya dalam doa2 yang panjang memohon kekuatan kepada Allah, telah memunculkan kekuatan tiada banding dalam setiap peperangan.

Pertempuran demi pertempuran berujung dengan kejayaan, musuh dipukul mundur dan kucar kacir setelah Samson dengan gagah mengalahkan para algojo berbadan raksasa dan bermuka bengis yang menjadi sandaran semangat pasukan mereka.

Tahun demi tahun kejayaan terus terukir sehingga Samson benar2 jadi kebanggaan raja dan rakyat, hingga suatu ketika tibalah saatnya pertempuran dengan suatu negeri yang terkenal dengan kefasikan dan keingkaran mereka terhadap Allah.

Di kerajaan itu terdapat seorang putri yang cantik jelita, Delila, yang dengan cerdik ingin mendekati Samson sebagai muslihat sebelum pertempuran dimulai.
Singkat cerita, dengan tipu muslihatnya akhirnya jatuhlah Samson yang gagah perkasa, taat beribadah, ke dalam perangkap rayuan Delila. Mereka melakukan hubungan terlarang yang selama ini sangat dijauhi Samson. Bahkan Delila sempat mencabut tiga helai rambut dari ubun2 Samson.

Ketika pertempuran terjadi, terlihatlah Samson yang terhuyung2 menghadapi serangan musuhnya, seakan kekuatannya hilang seketika. Sehingga akhirnya Samson dan pasukannyapun kalah dan bertekuk lutut pada musuhnya.

Cerita diatas mungkin sudah sering dan sangat familiar bagi kebanyakan kita, tapi fenomena ini sering terjadi berulang dalam kisah hidup manusia dari zaman ke zaman. Dimana seorang yang gagah perkasa dan tiada tandingnya, akhirnya jatuh bertekuk lutut `di sudut kerling wanita´ - meminjam bait lagu Sabda Alam yang termasyhur.
Benarlah apabila nabi mengatakan bahwa `wanita adalah tiang negara/rumah tangga, kalau baik wanitanya maka baik dan selamatlah negara/rumah tangga itu, sebaliknya kalau buruk moral wanitanya, maka kehancuran negara/rumah tangga itu sesungguhnya sudah di depan mata ... hanya soal waktu saja´

Sebagai contoh, tersebutlah seorang pejabat yang terkenal berperilaku terpuji dan menjadi panutan masyarakat. Semenjak awal meniti karir di pemerintahan selalu menjadi teladan dan mendapat penghargaan sebagai tokoh yang `bersih´ dan jauh dari KKN. Mendapat penghargaan camat terbaik se-propinsi, sebelum akhirnya dipromosikan menjadi bupati.

Mendapat penghargaan sebagai bupati teladan, sampai akhirnya dipromosikan menjadi walikota.

Pada saat itulah, sang istri mulai menggerogoti keteguhan hati sang pejabat untuk mulai berbuat sesuatu yang menyimpang. "Masa kita hidup sederhana terus sih Pa ? mama kan juga mau jalan2 ke luar negeri bersama ibu2 yang lain. Belanja di Singapur. Jalan2 ke Eropa. Anak2 juga perlu dibeliin kendaraan yang bagus"
"Iya Ma. Tapi kan kita bisa menabung dulu, nanti kalau uangnya cukup mama juga boleh jalan2 keluar negeri"
"Nanti kapan sih Pa ? Nunggu Papa pensiun ?" tanya istrinya sengit."Sekarang waktunya Pa ! Mumpung Papa ada kedudukan yang enak, posisi yang bagus, kan tinggal diatur saja sama para pengusaha itu. Supaya papa bisa membantu meloloskan kemauan mereka dan papa dapat imbalan yang besar"

Sehingga keteguhan prinsip dan iman si pejabatpun akhirnya runtuh oleh bujuk rayu istrinya sendiri, dan terjadilah korupsi demi korupsi yang awalnya dilakukan dengan takut2 tapi lama kelamaan menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Uang haram dari `mencuri´ uang negara, dipakai untuk menghidupi keluarga, sehingga mengalirlah darah2 ditubuh mereka sekeluarga membawa sari makanan dan minuman haram karna dibeli dengan uang yang haram. Mereka lupa bahwa tubuh manusia sesungguhnya diciptakan Allah dalam keadaan yang sebaik2nya dan hanya menerima sesuatu yang baik (halal dan baik) masuk kedalamnya.

Kalau tubuh dipaksa memakan dan meminum yang haram, maka penolakan dari tubuh akan menunjukkan dampaknya yang sangat buruk bahkan seringkali fatal....dan itu hanya soal waktu.

Jangan heran kalau pada saat mendekati pensiun, si pejabat mulai menuai hasil `makan makanan haram´ yang jadi kebiasaannya. Anak lelakinya meninggal karna OD, anak perempuannya hamil di luar nikah dan tidak ketahuan siapa yang akan bertanggung jawab untuk menikahinya.

Pada saat mengalami depresi yang berat, dokter memvonis si pejabat yang sudah pensiun mengalami komplikasi kesehatan dan gagal ginjal yang mengharuskan pengobatan intensif di rumah sakit luar negeri. Dialisis atau cuci darah setiap minggu harus dijalani dengan biaya yang tidak sedikit.

Kemalangan kembali menghampiri ketika istrinya yang depresi terkena stroke dan perlu perawatan intensif juga. Perlahan kekayaan yang dia kumpulkan bertahun2 berangsur2 habis untuk membiayai pengobatan. Dirumah mereka yang besar, hidup mereka justru bergantung pada kemurahan hati orang lain yang merawat mereka. Segala fasilitas mewah justru akhirnya para pembantu merekalah yang menikmati, sementara mereka melewati waktu2 mereka dengan melawan penyakit.

Seorang pejabat tinggi negara yang dijebak dengan perempuan, juga menjadi contoh lain bagaimana besarnya andil wanita dalam menentukan haluan kehidupan umat manusia.
Alangkah beruntungnya rumah tangga dan negara yang dipenuhi wanita yang baik.
Saya jadi ingat seorang kerabat yang tersenyum tulus berbias bahagia ketika dia menceritakan tentang keluarganya. "Saya benar2 merasakan jadi raja sekarang, karna istri saya benar2 jadi ratu yang bisa menempatkan diri dan bijak dalam mengatur internal rumahtangga saya. Figur hebat dan perkasa dengan multifungsinya. ..seorang istri, seorang teman berkeluh kesah, seorang ibu, seorang luar biasa yang dikaruniakan Allah dalam hidup saya ... yang melahirkan dan mendidik anak2 saya dengan akhlak budi pekerti yang mulia ... sosok yang berhak untuk sorga di dunia maupun di akhirat"

Ah ... semoga wanita2 di negeri ini menjadi wanita seperti istri kerabat saya, bukan menjadi Delila yang menjadi `musuh dalam selimut´ bagi Samson, untuk kemudian membawa semuanya pada kehancuran.(inc. me)

2 comments:

  1. samson dalam islam dikenal sebagai nabi simson

    *aku juga prihatin sama para istri anggota DPR, suaminya studi banding dalam rangka kerja, eh istrinya minta ikut agar bisa belanja

    ReplyDelete
    Replies
    1. whuaaa tulisannya besar-besar sangat gara-gara template sebelumnya nih :D

      memang ada Nabi Simson? Aku baru dengar

      iya, demi gengsi mereka (baca: para istri itu) tega memerah suaminya tanpa perduli apakah uangnya dari sumber yang benar atau tidak

      Delete

leave ur track so i can visit u back :)