Showing posts with label mY FlaSh FictiOn. Show all posts
Showing posts with label mY FlaSh FictiOn. Show all posts

22.3.13

Kamu adalah Lubang Hitam

Hatiku di penuhi olehmu, kamu yang aku tidak tahu darimana datangnya tiba-tiba saja menganggu hidupku. Aku mengambil pena dan kertas lalu menuliskan tentang kamu, maaf kalau kamu tidak terima akan isinya, tapi inilah yang aku rasakan. Kamu juga tidak perlu membacanya kalau kau tak ingin. Tak mengapa bagiku karena aku cuma butuh melampiaskan apa yang aku rasakan..

Kamu adalah lubang hitam terbesar yang pernah ada dalam hidupku. Ah mungkin berlebihan jika aku berkata seperti itu, tapi.. bagiku Black Hole di angkasa sana persis seperti dirimu. Yang menghisap semua materi yang berada di dekatnya. Tidak ada yang dapat lolos dari cengkramannya, Black Hole menarik semua massa yang berputar di dekatnya. Persis toh seperti kamu? Dengan pesonamu kamu menjeratku, yah mungkin awalnya aku yang salah karena aku mendekatimu maka dengan mudahnya kamu menarikku masuk




Aku tidak tahu apakah aku harus menangis atau tertawa, gembira atau bersedih. Aku bingung, dan kaulah yang menyebabkan kebingunganku itu. Kamu yang tiba-tiba muncul di hadapanku, dengan pesonamu engkau menawarkan sejuta rasa. Ah.. bahkan saat ini ada getaran dalam jiwaku ketika mengingatmu. Karlin.. menyebut namamu saja dapat menggetarkan hatiku, menuliskan namamu saja dapat menggetarkan jari jemariku. Kar-.. ah aku tidak sanggup mengatakannya lagi, terlalu banyak energi dalam namamu. Itu baru namamu, belum kamunya ya say. Apa? Say.. masih pantaskah aku memanggilmu Say setelah kamu mencampakkanku? Seharusnya aku malu tetapi.. kata orang cinta itu buta, dan kebutaanku ini menghilangkan rasa malu pada diriku.




#MonologAku Bag-1 #Fiksi

8.3.13

Cinta tersembunyi

Ketika Kampung Fiksi memberikan tema #cecintaan, aku mengirimkan satu cerita dengan tema yang tidak biasa aku buat, berharap agar cerpenku diterima *dan memang diterima*, seperti ini :
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴

 
Aku aneh? Kamu mengatakan aku aneh karena masih mengejarmu, masih merindukan sosokmu padahal sering kali kamu menyakitiku? Ini bukan keanehan tapi ini cinta tanpa syarat.

Ya aku mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Aku membiarkan engkau bersenang-senang dengan duniamu karena aku yakin ada waktunya dimana kau kembali kepadaku. Dan kau selalu begitu.

Aku ingat ketika kau bertengkar dengan suamimu, kau menangis lalu kau akan mencariku. Menumpahkan semua kekesalanmu.. Dan aku akan mendengarkan segala curahan hatimu. Aku diam tidak menyela. Lalu setelah kau selesai melepaskan semua keluh kesahmu aku akan memberikan masukan. Aku menuntun kau kembali ke sisi suamimu. Karena aku tahu yang terbaik menurutmu adalah bersamanya.

Juwitaku.. Hari ini aku menapak tilasi perjalanan cinta kita. Aku menghentikan mobil
di trotoar tempat kau menungguku, aku makan di restoran tempat kita pernah makan bersama. Aku menutup mataku untuk membayangkan kau ada dihadapanku, memainkan makananmu dengan garpu. Ah kamu yang selalu banyak memesan tapi tidak menghabiskan selalu saja melimpahkan semua makanan kepadaku. Aku tempat sampahmu.

Bayanganmu pun begitu terasa ketika aku duduk di taman ini. Kamu tersenyum menatap awan yang dihiasi layang-layang. Lesung pipimu itu.. Selalu membuatku gemas. Ingin sekali aku mencubit dan merengkuhmu dalam pelukanku, tapi aku sadar kita tak bisa melakukan itu. Aku hanya ‘sephia’ bagimu, tidak akan pernah naik tingkat.

"Sayang, kamu kemana saja. Kenapa menghilang?"
"Mas.. Aku.. Kita hentikan saja ya semua ini."
Suatu hari kau berkata seperti itu, aku tidak kaget karena setiap kali hubunganmu dengan suami membaik, kamu akan meninggalkanku, dan seperti biasa aku mengalah.

Tapi.. Mengertilah bahwa aku juga memiliki hati, hati yang pernah kau isi dengan cinta. Bagaimana mungkin aku melupakan semua kebaikanmu begitu saja.. Aku tidak bisa karena bagiku kau sangat istimewa.

"Aku mau cerita" benarkan yang aku bilang, kamu akan mencariku.. lagi.
"Cerita apa sayang."
"Hfff sayang laagi, kan sudah aku bilang tidak usah memanggil aku dengan 'sayang'."
"Hehee iya deh maaf, keceplosan. Memang mau cerita apa?."
"Eee.. Tapi kamu jangan marah ya."
"Tidak, memangnya ada apa?"
"Kemarin.. Aku bertemu Doni."

Doni? Aku benci nama itu, aku benci dengan Doni. Sudah cukup aku bersaing dengan suamimu sayang, aku tidak perlu Doni diantara kita.
"Terus?" Aku tahan kegeramanku.
"Terus.. Kita makan dan nonton di bioskop."
Aku memukul meja, kutumpahkan kekesalanku di meja kerjaku. Kau tidak tahu itu sayang karena kita hanya chatting, kau tidak tahu bagaimana kesalnya aku. Aku cemburu!!!.
"Kenapa sih harus pergi dengan dia? Memang tidak ada teman wanita yang menemanimu ketika suamimu di luar kota?"

Aku berusaha menahan emosi tetapi aku terlalu kecewa kepadamu.

"Yaa bagaimana ya, dia tiba-tiba menelponku dan mengatakan kalau dia sedang berada di dekat kantorku. Teruus.. Dia mengajak aku bertemu setelah jam kantor usai."

Aku tidak memperpanjang persoalan karena aku tahu kalau perdebatan ini akan berakhir dengan kamu yang balik marah dan menjauh dariku. I know you so well sayang, you always do that.

Aku memang sering sakit hati oleh tingkahmu tapi.. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Αda ruang dalam hatiku yang hanya bisa diisi olehmu.

"Kerajaan hatiku milik suamiku, tapi ada satu kastil yang aku siapkan untukmu."
"Benarkah?" Aku bahagia sekali mendengarnya.
"Benar, kastil yang tersembunyi. Tempat kita bertemu. Kastil itu hangat.. Aku senang berlama-lama disana" kamu melanjutkan kata-katamu.
Masih adakah kastil itu saat ini sayang? Bolehkah aku memasukinya kembali?

"Kamu remove aku dari facebook? Kenapa?" Kamu menegurku setelah lama membuangku.
"Aku sedang mencoba melupakanmu."
"Oh begitu, ya sudah. Baguslah!"
Aku menangkap ada kesinisan dalam kata-katamu.
"Tapi aku tidak bisa. Aku.. Rindu" tiba-tiba kerinduan mengisi relung sanubariku.
"Untuk apa merindukanku!?"

Kamu selalu begitu sayang. Mengintimidasi aku dengan sikapmu. Tetapi justru hal itu yang membuatku tidak bisa melupakanmu. Aku pun menyiapkan sebuah ruangan di dalam hatiku. Ruangan yang hanya bisa diisi olehmu, tidak ada yang dapat menggantikan tempatmu, termasuk istri dan anak-anakku.
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷

3.12.12

Sepertinya ada yang aneh dengan mereka

Aku sedang merasa aneh, atau lebih tepatnya aku merasa kalau mereka itu aneh. Bagaimana tidak, mereka sering mengatakan kalau aku ini galak, menyebalkan, tidak bisa diajak berteman dan... pemalas! Tapi... mereka selalu saja memanggilku, mengajakku ngobrol dan bercanda, membawakan aku makanan. Nah mereka aneh kan? Mereka kan yang aneh, bukan aku!

Dan hari ini, kata-kata itu kembali aku dengar. Salah satu dari mereka memanggil, tapi tidak ku hiraukan, lalu dengan lantang orang itu berkata, "Huh dasar sombong. Jutek banget sih!" Aku diam saja, lalu melengos. Malas saja melihat tampangnya yang gusar karena tidak ku tanggapi.

Tapi kegusarannya itu tidak lama, karena beberapa saat kemudian dia datang menemuiku, sambil membawakan makanan! Nah kan orang itu aneh. Tadi sebal denganku tapi kemudian dia bersikap baik. "Silakan dimakaan, kamu kan suka ini." Katanya sambil menyodorkan makanan ke dekatku. Tapi (lagi-lagi) aku hiraukan, sebenarnya karena aku sedang enggan untuk makan. Apakah aku pemalas? Hmm... mungkin iya. Ah biar saja, memangnya itu masalah untuk mereka?

"Kamu harus makan, kalau tidak makan nanti kamu sakit. Kami juga yang repot, tahu!" Kata orang yang lain lagi.

Wah iya juga ya, kata-katanya membuatku tersadar kalau aku bisa saja merepotkan. Eeee... iya deh aku makan, tapi setelah itu jangan ajak aku bermain ya, aku sedang tidak selera.

"Naah gitu doong, kucing pintar, makan yang banyak yaa... jangan judes-judes doong, jangan galak, kami kan menyayangimu."

Dan mereka mendekat, kembali mengelusku, duh dasar aneh.

~the end~

9.9.12

#FlashFiction : Muti


“Aku ingin bertemu dengan mutiara.” Kataku tanpa basa-basi.

“Jangan memaksa! Belum tentu Muti mau bertemu denganmu.” Suaranya pelan, nadanya pun datar. Sudah tiga tahun aku meninggalkannya demi mengejar karier di luar negeri tapi tidak banyak perubahan akan dirinya, ia tetap tenang sama seperti ketika aku mengatakan ingin bercerai dan memintanya untuk mengurus Mutiara.

“Ah, siapa bilang? Tentu saja dia mau, aku kan ibunya!” Dan aku, berdiri dengan pongah sambil berkacak pinggang, berusaha tidak sakit hati akan kata-katanya itu. “Ayo, tunggu apa lagi?”

Mas Iyan menghela napas sebentar lalu membuka pintu, melewati ruang tamu dan tidak repot-repot menyuruhku duduk. Ia terus berjalan ke sebuah kamar lalu memanggil, “Muti, ada yang mencari, sini sebentar sayang.”

Seorang gadis kecil memakai baju terusan berwarna kuning dengan bando senada keluar dan tersenyum kepada Mas Iyan, “Ayah, syiapa yang cali aku?” suaranya terdengar lucu dan menggemaskan, duh aku sudah tak sabar memeluk gadis kecil empat tahunku itu.

Mas Iyan menunjuk ke arahku, bagai mendapat ijin aku mendekati mereka, mengulurkan tangan ingin menggapai Mutiara tetapi …, “Bundaaa …,” ia berlari menghampiri seorang wanita yang dengan sigap langsung memeluk dan menggendongnya, hatiku sakit dan bertambah sakit ketika mendengar kalimat; “Itu syiapa syih Bunda?”

 ☼ the end ☼

 

16.7.12

Kamu yang membuatku selalu berdebar #FF

Hari ini... setelah sekian lama kita tidak berkomunikasi, aku memberanikan diri menyapamu. Sebenarnya hanya emoticon senyum saja dan dengan harap-harap cemas menunggu balasanmu. Lalu aku tersenyum ketika di chat box tertulis Rendy is typing. Sedetik kemudian kamu berkata, "Looha.." sapaan khasmu kala chat denganku. 

Tiba-tiba aku merasa jantungku berdebar lebih kencang, mungkin kalau di depan ku ada kaca aku bisa melihat semburat merah di kedua pipiku. Aahh.. kamu, kamu masih saja membuatku merasa seperti itu. Kamu dengan segala kharismamu selalu bisa melumpuhkan aku. Diammu membuatku tersenyum, senyummu membuatku tak bisa tidur, dan kata-katamu, yang walaupun jauh dari rayuan, membuatku berlama-lama terpekur dalam lamunan. 

Apakah ini cinta? Tidak! Aku tidak mau mencintaimu karena... hufff.. aku tidak bisa mengatakannya, dadaku menjadi sesak mengingat kau... seminggu lagi menikah dengan orang lain. Kau memang tidak mengundangku, kau bahkan tidak memberitahuku. Tapi aku lihat photo prewed di FB mu. Dan itu menyakitkan.

Rendy : BUZZ!!!
Rendy : Haloo.. ada orangnya gaa..

Dilla has signed out

☼:☼:☼

Flash Fiction  aja yaa.. he.he. Maaf nih udah lama ga mosting dan bewe, lagi (sok) sibuk. Tapi mendadak kangen sama temen-temen di sini *smile*


Friends *ThankU ;)