Aku sedang merasa aneh, atau lebih tepatnya aku merasa kalau mereka itu aneh. Bagaimana tidak, mereka sering mengatakan kalau aku ini galak, menyebalkan, tidak bisa diajak berteman dan... pemalas! Tapi... mereka selalu saja memanggilku, mengajakku ngobrol dan bercanda, membawakan aku makanan. Nah mereka aneh kan? Mereka kan yang aneh, bukan aku!
Dan hari ini, kata-kata itu kembali aku dengar. Salah satu dari mereka memanggil, tapi tidak ku hiraukan, lalu dengan lantang orang itu berkata, "Huh dasar sombong. Jutek banget sih!" Aku diam saja, lalu melengos. Malas saja melihat tampangnya yang gusar karena tidak ku tanggapi.
Tapi kegusarannya itu tidak lama, karena beberapa saat kemudian dia datang menemuiku, sambil membawakan makanan! Nah kan orang itu aneh. Tadi sebal denganku tapi kemudian dia bersikap baik. "Silakan dimakaan, kamu kan suka ini." Katanya sambil menyodorkan makanan ke dekatku. Tapi (lagi-lagi) aku hiraukan, sebenarnya karena aku sedang enggan untuk makan. Apakah aku pemalas? Hmm... mungkin iya. Ah biar saja, memangnya itu masalah untuk mereka?
"Kamu harus makan, kalau tidak makan nanti kamu sakit. Kami juga yang repot, tahu!" Kata orang yang lain lagi.
Wah iya juga ya, kata-katanya membuatku tersadar kalau aku bisa saja merepotkan. Eeee... iya deh aku makan, tapi setelah itu jangan ajak aku bermain ya, aku sedang tidak selera.
"Naah gitu doong, kucing pintar, makan yang banyak yaa... jangan judes-judes doong, jangan galak, kami kan menyayangimu."
Dan mereka mendekat, kembali mengelusku, duh dasar aneh.
"Kamu harus makan, kalau tidak makan nanti kamu sakit. Kami juga yang repot, tahu!" Kata orang yang lain lagi.
Wah iya juga ya, kata-katanya membuatku tersadar kalau aku bisa saja merepotkan. Eeee... iya deh aku makan, tapi setelah itu jangan ajak aku bermain ya, aku sedang tidak selera.
"Naah gitu doong, kucing pintar, makan yang banyak yaa... jangan judes-judes doong, jangan galak, kami kan menyayangimu."
Dan mereka mendekat, kembali mengelusku, duh dasar aneh.
~the end~